Putus Harapan di Kuartal Final, Pasangan Ganda Putri Indonesia Tersingkir dari China Open 2026

Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum harus mengakhiri partisipasi mereka di China Open 2026 setelah kalah dari pasangan tuan rumah Li Yi Jing dan Luo Xu Min dengan skor 18-21, 18-21 di babak perempat final.

Jul 24, 2026 - 22:11
Jul 24, 2026 - 22:11
 0
Putus Harapan di Kuartal Final, Pasangan Ganda Putri Indonesia Tersingkir dari China Open 2026

Obor Keadilan - Mimpi Indonesia untuk meraih juara di ajang China Open 2026 kembali pupus setelah pasangan ganda putri Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum harus menerima kekalahan telak di babak perempat final. Kedua atlet tersebut tidak mampu bertahan menghadapi tekanan permainan dari pasangan tuan rumah Li Yi Jing dan Luo Xu Min dengan skor akhir 18-21, 18-21 dalam pertandingan yang berlangsung dengan intensity tinggi di venue China Open 2026. Hasil ini menandai berakhirnya perjalanan tim ganda putri Indonesia di kompetisi bergengsi tersebut, meninggalkan harapan yang telah dibangun sejak awal turnamen menjadi sekadar kenangan pahit.

Performa Rachel dan Febi dalam pertandingan ini menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk mengontrol ritme permainan sejak awal set pertama. Pasangan Li Yi Jing dan Luo Xu Min, yang memiliki keuntungan bermain di depan penonton sendiri, mampu memaksimalkan setiap peluang untuk membangun lead yang konsisten. Dalam set pertama, Rachel dan Febi tertinggal jauh dan tidak mampu melakukan comeback yang signifikan, akhirnya harus menerima kekalahan dengan skor 18-21. Momentum negatif ini terus berlanjut ke set kedua, di mana kedua pemain Indonesia tidak menunjukkan perbaikan berarti dan kembali harus terima skor identik 18-21, tanpa kesempatan untuk memperpanjang pertandingan ke set ketiga.

Analisis mendalam dari pertandingan ini mengungkapkan bahwa ketahanan mental dan konsistensi permainan menjadi faktor utama kekalahan Rachel dan Febi. Pasangan Indonesia tersebut tampak kesulitan untuk menjalankan strategi yang telah dipersiapkan, sementara lawan mereka menampilkan permainan yang terstruktur dengan baik. Kelemahan dalam pertahanan yang cepat berubah menjadi serangan ofensif menjadi celah yang dimanfaatkan secara maksimal oleh Li Yi Jing dan Luo Xu Min. Selain itu, error yang dilakukan oleh pasangan Indonesia dalam momen-momen krusial turut memperparah kondisi mereka di lapangan pertandingan.

Keluarnya Rachel dan Febi dari China Open 2026 menambah daftar panjang kekecewaan bagi delegasi badminton Indonesia di tingkat internasional dalam beberapa waktu terakhir. Tim pelatih harus melakukan evaluasi mendalam terhadap performa atlet-atlet, khususnya dalam hal persiapan fisik dan mental menghadapi kompetisi tingkat dunia. Meskipun hasil ini menyisakan rasa getir, Indonesia masih memiliki kesempatan untuk terus berkontribusi melalui atlet-atlet lainnya yang masih aktif berkompetisi di berbagai kategori di China Open 2026.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow