Pramono Anung Dorong Kesadaran Kolektif: Pemilahan Sampah Dimulai dari Gotong Royong Masyarakat

Pramono Anung menekankan bahwa penanganan sampah Jakarta membutuhkan gotong royong masyarakat. Pemerintah akan mengadakan deklarasi pemilahan sampah bersama Kementerian Lingkungan Hidup untuk membangun kesadaran kolektif.

May 4, 2026 - 14:25
May 4, 2026 - 14:25
 0
Pramono Anung Dorong Kesadaran Kolektif: Pemilahan Sampah Dimulai dari Gotong Royong Masyarakat

Obor Keadilan - Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mengatasi krisis sampah yang terus membelit ibu kota. Dalam kesempatan menandaskan komitmen penanganan sampah, Pramono menyatakan bahwa penyelesaian masalah persampahan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan memerlukan kolaborasi sinergis antara seluruh lapisan masyarakat. Dia menggarisbawahi bahwa budaya gotong royong yang selama ini menjadi DNA bangsa Indonesia harus kembali diaktifkan untuk mengatasi persoalan lingkungan yang semakin mendesak ini. Pramono percaya bahwa kesadaran masyarakat untuk memulai pemilahan sampah sejak dari rumah masing-masing akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir.

Menurut pejabat yang memiliki track record panjang dalam advokasi lingkungan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mengakselerasi gerakan pemilahan sampah di level grassroot. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kata Pramono, Jakarta akan mengadakan deklarasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia mengenai komitmen pemilahan sampah sebagai bagian dari rencana pengelolaan sampah yang lebih komprehensif. Deklarasi tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk membangun kesepakatan bersama mengenai standar dan prosedur pemilahan sampah yang berlaku di tingkat kota dan komunitas. Pramono juga menekankan bahwa deklarasi ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi merupakan wujud nyata dari kedaulatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup mereka sendiri.

Pernyataan Pramono ini disampaikan di tengat meningkatnya kesadaran publik tentang dampak negatif penumpukan sampah terhadap kualitas hidup di perkotaan. Data menunjukkan bahwa setiap hari Jakarta menghasilkan ribuan ton sampah yang harus dikelola melalui sistem yang sudah mulai jenuh. Dengan pelibatan masyarakat melalui pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat sumber, diharapkan beban pada fasilitas pemrosesan sampah dapat berkurang secara signifikan. Pramono juga menyinggung bahwa pemilahan sampah yang dilakukan dengan benar akan membuka peluang ekonomi sirkular, di mana sampah anorganik tertentu dapat didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomis. Hal ini berarti bahwa upaya pemilahan sampah tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga dapat memberdayakan ekonomi komunitas lokal melalui gerakan ekonomi kerakyatan.

Dalam pandangan Pramono, kesuksesan program pemilahan sampah sangat bergantung pada keberlanjutan kampanye edukasi dan pemberian insentif kepada masyarakat yang konsisten melakukan pemilahan. Dia mengakui bahwa perubahan perilaku masyarakat memerlukan waktu dan pendampingan berkelanjutan, bukan hanya seruan sekali jadi. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memberikan sosialisasi melalui berbagai saluran komunikasi, mulai dari media tradisional hingga platform digital. Pramono juga mengingatkan bahwa kesadaran gotong royong ini harus dimulai dari keluarga, sekolah, dan institusi pendidikan lainnya sehingga generasi muda sejak dini terbiasa dengan praktik pemilahan sampah yang bertanggung jawab. Dengan pendekatan holistik yang melibatkan seluruh stakeholder, Pramono optimis bahwa Jakarta dapat menjadi contoh bagi kota-kota besar lainnya dalam mengelola sampah secara berkelanjutan dan inklusif.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow