Prabowo Berkomitmen Tingkatkan Investasi Riset Nasional: 'Kita Perlu Koreksi Diri Sebagai Bangsa'

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan investasi riset nasional dan mengakui perlunya koreksi diri bangsa Indonesia dalam mendukung sektor penelitian dan inovasi.

Aug 6, 2026 - 22:31
Aug 6, 2026 - 22:31
 0
Prabowo Berkomitmen Tingkatkan Investasi Riset Nasional: 'Kita Perlu Koreksi Diri Sebagai Bangsa'

Obor Keadilan - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen tegas untuk meningkatkan alokasi anggaran penelitian dan pengembangan nasional dalam acara taklimat yang dihadiri oleh sekitar 150 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa lalu. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan bahwa rendahnya investasi riset merupakan salah satu faktor penghambat kemajuan bangsa Indonesia dalam persaingan global. Prabowo mengakui bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, namun belum diimbangi dengan dukungan pendanaan yang memadai untuk kegiatan penelitian dan inovasi. Pernyataan ini menunjukkan kesadaran pemerintah terhadap urgensi peningkatan kapasitas riset nasional sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan dan daya saing ekonomi.

Menurut laporan yang didapatkan dari sumber internal acara tersebut, Presiden Prabowo menggunakan istilah 'koreksi diri' untuk menggambarkan pentingnya evaluasi dan perbaikan sistematis dalam kebijakan pendanaan riset. Beliau menekankan bahwa sebagai sebuah bangsa yang bercita-cita menjadi pemimpin regional, Indonesia tidak dapat terus mengabaikan sektor riset dan inovasi. Presiden juga mengingatkan para peneliti bahwa transformasi ekonomi digital dan industri 4.0 menuntut investasi besar dalam penelitian dan pengembangan teknologi. Dengan meningkatkan anggaran riset, pemerintah diharapkan dapat menciptakan ekosistem inovasi yang lebih kuat dan mendorong lahirnya produk-produk baru yang kompetitif di pasar internasional.

BRIN sebagai lembaga riset utama pemerintah memiliki peran strategis dalam mengakselerasi inovasi di berbagai bidang, mulai dari energi terbarukan, bioteknologi, hingga teknologi informasi. Para peneliti yang hadir dalam acara taklimat tersebut merespons positif terhadap janji peningkatan anggaran ini, mengingat selama bertahun-tahun sektor riset Indonesia menghadapi keterbatasan dana operasional. Dengan dukungan pendanaan yang lebih besar, diharapkan BRIN dan lembaga riset lainnya dapat mempercepat penelitian dalam bidang-bidang strategis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Presiden juga menekankan perlunya sinergi antara lembaga riset pemerintah, universitas, dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Komitmen pemerintah untuk meningkatkan anggaran riset ini sejalan dengan agenda pembangunan jangka panjang Indonesia yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Para ahli bidang pendidikan dan inovasi menilai bahwa langkah ini merupakan langkah positif, meskipun masih perlu diikuti dengan implementasi kebijakan yang konkret dan terukur. Dalam konteks persaingan global yang semakin ketat, peningkatan investasi dalam riset dan inovasi bukan lagi pilihan tetapi keharusan bagi negara-negara yang ingin mempertahankan relevansi ekonominya. Dengan demikian, janji Presiden Prabowo untuk meningkatkan anggaran riset diharapkan dapat menjadi titik balik bagi sektor penelitian dan inovasi di Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan kompetitif.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow