Pertamina Tegaskan Alasan Menaikkan Harga Pertamax, Dirut Ungkap Strategi Bisnis Perusahaan

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan alasan di balik keputusan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green yang berlaku mulai 10 Juni 2026, dengan mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi global dan komitmen jangka panjang perusahaan.

Jun 11, 2026 - 19:57
Jun 11, 2026 - 19:57
 0
Pertamina Tegaskan Alasan Menaikkan Harga Pertamax, Dirut Ungkap Strategi Bisnis Perusahaan

Obor Keadilan - Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, telah resmi memberikan penjelasan komprehensif mengenai kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang akan berlaku mulai 10 Juni 2026. Keputusan yang cukup kontroversial ini mencakup produk unggulan Pertamina yaitu Pertamax dengan oktan RON 92 dan Pertamax Green dengan oktan RON 95. Dalam pernyataannya yang kami kutip secara langsung, Mantiri menjelaskan bahwa penetapan harga baru ini merupakan hasil dari perhitungan matang yang mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi global maupun kondisi pasar domestik. Kepemimpinan Pertamina telah mengambil langkah ini dengan memahami dampak sosial yang akan ditimbulkan, namun demi keberlanjutan operasional perusahaan dan investasi infrastruktur, keputusan ini dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat ditunda lebih lanjut.

Menurut penjelasan Dirut Pertamina yang disampaikan kepada media massa, kenaikan tarif premium fuel ini disebabkan oleh fluktuasi harga minyak mentah di pasar internasional yang terus bergerak dinamis. Mantiri menekankan bahwa Pertamina sebagai perusahaan energi nasional harus tetap mengikuti mekanisme pasar yang berlaku, khususnya untuk produk non-subsidi yang memang dirancang dengan fleksibilitas harga lebih tinggi dibandingkan BBM subsidi. Beliau juga menjelaskan bahwa investasi besar-besaran di sektor refinery dan infrastruktur distribusi memerlukan sumber pendapatan yang stabil dan mencukupi. Dengan demikian, kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green bukan semata-mata pertimbangan profit semata, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan Pertamina dapat terus berinovasi dan memberikan layanan optimal kepada konsumen Indonesia.

Dalam konteks yang lebih luas, Direktur Utama Pertamina menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan koordinasi mendalam dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta stakeholder terkait sebelum memutuskan implementasi kenaikan harga ini. Mantiri berkomitmen bahwa meskipun terjadi penyesuaian harga, Pertamina akan terus menjaga ketersediaan BBM di seluruh nusantara, termasuk di daerah-daerah terpencil. Beliau juga mengingatkan bahwa konsumen tetap memiliki opsi untuk menggunakan BBM subsidi seperti Premium dan Solar yang harganya relatif lebih terjangkau. Strategi diferensiasi produk ini, menurut Mantiri, memungkinkan masyarakat dari berbagai segmen ekonomi tetap dapat memilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka. Transparansi ini dianggap penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap kebijakan perusahaan.

Pertamina dalam pernyataan resminya juga menyatakan akan melakukan monitoring ketat terhadap dampak sosial dari kenaikan harga BBM premium ini di lapangan. Dirut menjanjikan bahwa perusahaan akan mempertahankan komitmen sosial korporat dan program-program yang mendukung keterjangkauan energi bagi masyarakat kurang mampu. Selain itu, Mantiri mengungkapkan bahwa Pertamina terus mengembangkan program edukasi konsumen mengenai penggunaan BBM yang efisien dan ramah lingkungan, sejalan dengan kehadiran Pertamax Green di pasaran. Dengan semangat tanggung jawab sosial perusahaan, Pertamina berharap masyarakat dapat memahami konteks keputusan bisnis ini sambil tetap memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai penutup, Dirut Pertamina mengajak semua pihak untuk terus bersinergi dalam menciptakan ekosistem energi yang berkelanjutan, efisien, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow