Operasi Penyelamatan Darurat di Bukit Pamulang Indah: Ratusan Warga Terisolasi Akibat Banjir Setinggi Satu Meter

Tim SAR Satuan Brimob Polda Metro Jaya berhasil mengevakuasi ratusan warga yang terjebak akibat banjir setinggi satu meter di Bukit Pamulang Indah, Tangsel. Operasi penyelamatan darurat ini melibatkan perahu karet dan pompa portabel untuk menyelamatkan keluarga yang terisolasi.

Apr 5, 2026 - 03:41
Apr 5, 2026 - 03:41
 0
Operasi Penyelamatan Darurat di Bukit Pamulang Indah: Ratusan Warga Terisolasi Akibat Banjir Setinggi Satu Meter

Obor Keadilan - Bencana banjir yang melanda kawasan Bukit Pamulang Indah (BPI) di Kota Tangerang Selatan pada Jumat sore (14/2) telah memaksa personel Satuan Brimob Polda Metro Jaya untuk melakukan operasi penyelamatan skala besar. Air yang merendam permukiman tersebut mencapai ketinggian mencapai satu meter, menjadikan akses jalan utama terhenti dan meninggalkan ratusan kepala keluarga terjebak di dalam rumah mereka. Tim penyelamat yang terdiri dari petugas berlatih khusus langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga, terutama anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus. Situasi darurat ini menjadi momentum untuk mengkaji ulang sistem drainase dan mitigasi banjir yang telah ada di kawasan perumahan yang terletak di Kelurahan Pamulang, Kecamatan Pamulang tersebut.

Pada pukul 16.45 WIB, tim SAR berhasil mengidentifikasi setidaknya 47 rumah yang seluruhnya terendam air banjir. Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan pompa air portabel yang dibawa dari markas Brimob. Kepala operasi penyelamatan, Aipda Bambang Suryanto, mengatakan bahwa prioritas utama adalah mengevakuasi penghuni yang terjebak di lantai dua rumah mereka sebelum situasi memburuk lebih lanjut. "Kami memastikan setiap keluarga yang membutuhkan bantuan dapat kami selamatkan dengan selamat. Koordinasi dengan aparat setempat dan tim medis juga dilakukan untuk menangani kemungkinan korban luka atau trauma," ujar Bambang dalam wawancara singkat di tengah operasi penyelamatan.

Perhubungan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan menunjukkan bahwa banjir ini terjadi akibat kombinasi curah hujan tinggi selama dua hari berturut-turut dan sistem penampungan air yang tidak optimal di daerah tersebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangsel telah diperintahkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur drainase di Bukit Pamulang Indah. Kepala Dinas PUPR, Ir. Suhardi, mengakui bahwa pembangunan perumahan di kawasan yang relatif rendah ini memang memerlukan sistem pengelolaan air yang lebih canggih. "Kami akan meningkatkan kapasitas pompa dan memperluas sistem saluran pembuangan air untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang," tambah Suhardi dalam keterangan resmi yang diterima media massa.

Dalam menghadapi krisis kemanusiaan ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga telah membuka pos pelayanan pengungsi sementara di Gedung Olahraga Kelurahan Pamulang. Sebanyak 156 pengungsi telah ditampung dengan disediakan makanan, minuman, dan layanan kesehatan dasar. Koordinator lapangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, Eka Putri, menyatakan bahwa kondisi para pengungsi saat ini stabil meskipun banyak yang mengalami trauma. "Kami juga terus memantau perkembangan cuaca dan kadar ketinggian air. Jika situasi membaik dalam 24 jam ke depan, diharapkan proses pengembalian warga ke rumah dapat dimulai secara bertahap," jelasnya. Kesuksesan operasi penyelamatan ini tentu saja menjadi bukti nyata dari keberhasilan koordinasi antara berbagai elemen pemerintah dan kepolisian dalam menghadapi bencana alam.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow