Menkomdigi Ingatkan Pentingnya Pendampingan Orang Tua dalam Mempersiapkan Anak Menghadapi Transformasi Digital

Menkomdigi Meutya Hafid menekankan pentingnya pendampingan holistik dalam mempersiapkan anak-anak menghadapi tantangan era digitalisasi yang kompleks dan dinamis di Indonesia.

May 6, 2026 - 18:44
May 6, 2026 - 18:44
 0
Menkomdigi Ingatkan Pentingnya Pendampingan Orang Tua dalam Mempersiapkan Anak Menghadapi Transformasi Digital

Obor Keadilan - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan bahwa era digitalisasi yang terus berkembang pesat mengharuskan generasi muda, khususnya anak-anak, untuk memiliki kesiapan mental dan karakter yang kuat. Dalam kesempatan berbagi pandangan di Forum Belajaraya Jakarta, Meutya Hafid menyampaikan bahwa tantangan digital bukan hanya sekadar menguasai teknologi, melainkan juga memahami dampak sosial dan psikologis dari penggunaan teknologi informasi secara mendalam. Menurutnya, pemerintah telah menyadari urgensi pembinaan karakter digital sejak dini agar anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang pasif, tetapi juga dapat menjadi individu yang bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan platform digital yang semakin kompleks.

Peran pendampingan menjadi kunci utama dalam strategi pemerintah untuk memastikan anak-anak siap menghadapi era transformasi digital ini. Menkomdigi menegaskan bahwa pendampingan bukanlah tanggung jawab sekolah semata, melainkan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, institusi pendidikan, orang tua, dan masyarakat luas. Dalam konteks ini, orang tua memiliki peran yang sangat fundamental dalam mengawasi, membimbing, dan mengedukasi anak-anak tentang penggunaan internet yang sehat dan etis. Meutya Hafid mengungkapkan bahwa banyak anak-anak yang belum memahami risiko nyata dari penggunaan media sosial yang tidak terkelola dengan baik, mulai dari cyberbullying, penipuan online, hingga paparan konten tidak sesuai usia.

Lebih lanjut, Menkomdigi menekankan pentingnya kurikulum pendidikan digital yang komprehensif dan inklusif di semua tingkat sekolah di Indonesia. Program literasi digital yang telah diluncurkan oleh kementerian diharapkan mampu memberikan pemahaman holistik kepada siswa tentang cara menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan produktif. Selain itu, Meutya Hafid juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai stakeholder untuk menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak-anak. Pemerintah telah menyiapkan berbagai inisiatif regulasi dan edukasi untuk melindungi generasi muda dari risiko-risiko digital sambil tetap memastikan mereka dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh teknologi.

Dalam menutup pandangannya, Menkomdigi menekankan bahwa kesiapan menghadapi era digital bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga tentang membangun nilai-nilai moral, etika, dan karakter yang kuat. Anak-anak Indonesia perlu dibekali dengan kemampuan berpikir kritis, empati, dan integritas dalam menggunakan teknologi agar dapat berkontribusi positif di dunia digital. Dengan pendampingan yang intensif dan terstruktur dari semua pihak, diharapkan generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi digital native yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga bijak dalam setiap keputusan digital yang mereka ambil.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow