Mendagri Tito Karnavian Resmi Buka Festival Fulan Fehan IV, Perkuat Solidaritas Nusantara dengan Timor-Leste
Mendagri Muhammad Tito Karnavian resmi membuka Festival Fulan Fehan IV di Kabupaten Belu dengan menampilkan Tarian Persahabatan kolaboratif Indonesia-Timor-Leste sebagai simbol solidaritas bilateral dan persahabatan nusantara.
Obor Keadilan - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara resmi membuka penyelenggaraan Festival Fulan Fehan IV di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Kehadiran Mendagri dalam acara tahunan yang bernuansa budaya dan diplomatik ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral dengan Negara Demokratik Timor-Leste melalui pertukaran nilai-nilai tradisional dan kesenian rakyat. Festival yang diselenggarakan di wilayah perbatasan ini menjadi wadah strategis bagi kedua negara untuk saling mengenal dan menghargai kekayaan budaya masing-masing, sekaligus membangun jembatan persahabatan yang lebih kokoh di tingkat masyarakat akar rumput.
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya preservasi warisan budaya lokal sebagai fondasi identitas nasional yang kuat. Beliau mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan festival ini sebagai bentuk dedikasi masyarakat Kabupaten Belu dalam mempertahankan tradisi leluhur sambil membuka diri terhadap pertukaran budaya lintas negara. Festival Fulan Fehan, yang telah memasuki edisi keempat, menjadi bukti nyata bahwa budaya dapat menjadi instrumen diplomasi yang ampuh dalam mempererat ikatan emosional dan sosial antara rakyat Indonesia dan rakyat Timor-Leste. Kehadiran delegasi resmi dari berbagai daerah dan instansi pemerintahan menunjukkan tingkat keseriusan pemerintah dalam mendukung agenda penguatan soft power melalui medium seni dan budaya tradisional.
Salah satu puncak acara Festival Fulan Fehan IV adalah persembahan Tarian Persahabatan yang menampilkan kolaborasi penari tradisional dari Indonesia dan Timor-Leste. Pertunjukan spektakuler ini merepresentasikan kebersamaan kedua bangsa dalam merayakan keragaman seni budaya nusantara yang kaya dan beraneka ragam. Para penari menghadirkan gerak-gerik yang harmonis dan penuh makna, mencerminkan nilai-nilai universal tentang persahabatan, saling menghormati, dan keinginan bersama untuk membangun masa depan yang lebih cerah. Pertunjukan seni yang memukau ini juga menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat lokal, pelajar, wisatawan, hingga para pejabat pemerintah yang hadir untuk menyaksikan keindahan seni pertunjukan itu.
Melalui penyelenggaraan Festival Fulan Fehan IV, pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Dalam Negeri, mengapresiasi upaya maksimal masyarakat Kabupaten Belu dalam memelihara dan mengembangkan tradisi budaya yang menjadi identitas mereka. Lebih dari sekadar perayaan budaya, festival ini menjadi platform penting untuk menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam membangun hubungan kemitraan yang saling menguntungkan dengan negara tetangga. Mendagri Tito Karnavian berharap bahwa festival ini dapat menjadi momentum untuk semakin memperdalam pemahaman lintas budaya, memperkuat solidaritas regional, dan menciptakan atmosfer damai di kawasan perbatasan yang strategis ini. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan daerah, diharapkan Festival Fulan Fehan akan terus berkembang dan menjadi landmark budaya yang dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
What's Your Reaction?