Mendag Dorong Industri Otomotif Manfaatkan Peluang Ekspor Melalui Perjanjian Dagang Bilateral

Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong industri otomotif Indonesia untuk memaksimalkan pemanfaatan perjanjian dagang internasional guna meningkatkan ekspor dan daya saing global.

Aug 12, 2026 - 09:21
Aug 12, 2026 - 09:21
 0
Mendag Dorong Industri Otomotif Manfaatkan Peluang Ekspor Melalui Perjanjian Dagang Bilateral

Obor Keadilan - Menteri Perdagangan Budi Santoso kembali menekankan pentingnya sektor otomotif nasional untuk memaksimalkan peluang ekspor yang tersedia melalui berbagai perjanjian dagang internasional yang telah ditandatangani Indonesia. Dalam pertemuan dengan perwakilan perusahaan otomotif multinasional, Mendag Santoso menguraikan bahwa industri otomotif memiliki peran strategis dalam meningkatkan nilai ekspor Indonesia dan menciptakan lapangan kerja bagi jutaan tenaga kerja di berbagai tingkat. Mendag menekankan bahwa dengan memanfaatkan kesepakatan perdagangan yang sudah dimiliki, industri otomotif dapat membuka pasar baru dan memperkuat posisi kompetitif di tingkat regional maupun global. Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor manufaktur yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Pada kesempatan tersebut, Mendag Santoso secara khusus mengajak para pemangku kepentingan industri otomotif untuk tidak hanya fokus pada pasar domestik, melainkan juga mengeksplorasi peluang ekspor ke negara-negara mitra dagang Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa perjanjian dagang bilateral maupun multilateral seperti RCEP, CPTPP, dan kesepakatan bilateral dengan berbagai negara telah membuka akses preferensial yang menguntungkan bagi produk otomotif Indonesia. Dengan memanfaatkan tarif bea masuk yang lebih rendah dan hambatan non-tarif yang lebih minimal, pelaku industri otomotif dapat meningkatkan daya saing produknya di pasar internasional. Mendag juga menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif bagi pengembangan industri otomotif.

Mendag Santoso selanjutnya mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan kebijakan untuk memfasilitasi pertumbuhan ekspor otomotif, termasuk kemudahan dalam proses perizinan, akses terhadap informasi pasar, serta penyediaan infrastruktur logistik yang lebih efisien. Beliau menekankan bahwa investasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi otomotif, khususnya dalam kendaraan listrik dan ramah lingkungan, menjadi prioritas untuk memastikan bahwa produk otomotif Indonesia tetap relevan dengan tren pasar global. Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan standar mutu produk agar dapat memenuhi ekspektasi konsumen internasional yang semakin tinggi. Dengan pendekatan holistik ini, Mendag yakin bahwa industri otomotif Indonesia dapat mencapai target ekspor yang lebih ambisius dalam tahun-tahun mendatang.

Perjumpaan Mendag dengan stakeholder industri otomotif ini juga membahas tantangan-tantangan yang dihadapi sektor ini, mulai dari fluktuasi harga bahan baku hingga persaingan yang semakin ketat dari negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Mendag menekankan bahwa diversifikasi produk dan penetrasi pasar baru merupakan strategi yang perlu dipercepat oleh para pelaku usaha otomotif. Beliau mengajak industri untuk lebih proaktif dalam memanfaatkan platform digital dan e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Komitmen bersama antara pemerintah dan industri otomotif dalam memanfaatkan peluang perdagangan internasional diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih berkelanjutan dan inklusif di masa depan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow