Lebih dari Seribu Apoteker Rumah Sakit Sepakati Modernisasi Sistem Farmasi Digital untuk Perbaikan Pelayanan Kesehatan

Lebih dari seribu apoteker rumah sakit mengikuti PIT dan Mukernas HISFARSI 2026 di Pekanbaru dan menekankan pentingnya transformasi digital dalam layanan farmasi untuk meningkatkan keselamatan pasien dan efisiensi operasional.

Jun 28, 2026 - 20:18
Jun 28, 2026 - 20:18
 0
Lebih dari Seribu Apoteker Rumah Sakit Sepakati Modernisasi Sistem Farmasi Digital untuk Perbaikan Pelayanan Kesehatan

Obor Keadilan - Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Himpunan Isapoteker Farmasist Rumah Sakit Indonesia (HISFARSI) tahun 2026 telah menutup rangkaian acara dengan hasil yang signifikan. Peserta yang berjumlah 1.184 apoteker dari berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia turut hadir dalam forum bergengsi ini yang diselenggarakan di kota Pekanbaru, Riau. Kehadiran dalam jumlah besar tersebut menunjukkan komitmen profesional dari komunitas farmasi rumah sakit terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Diskusi mendalam mengenai transformasi digital dalam layanan farmasi menjadi fokus utama yang membuahkan berbagai rekomendasi konkret untuk implementasi di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia.

Transformasi layanan farmasi berbasis teknologi digital menjadi agenda utama yang mendapat sorotan khusus dari para peserta PIT dan Mukernas HISFARSI 2026. Para apoteker berpendapat bahwa digitalisasi sistem farmasi rumah sakit bukanlah sekadar tren modernisasi, melainkan kebutuhan fundamental untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan pasien. Dalam berbagai sesi diskusi, para ahli farmasi rumah sakit menyoroti pentingnya implementasi sistem informasi farmasi terintegrasi yang dapat menghubungkan seluruh aspek layanan farmasi, mulai dari penerimaan obat, penyimpanan, hingga distribusi kepada pasien. Peserta juga menekankan bahwa adopsi teknologi digital harus didukung oleh infrastruktur yang memadai serta pelatihan berkelanjutan bagi seluruh tenaga farmasi agar dapat mengoptimalkan penggunaan sistem-sistem baru tersebut.

Aspek keselamatan pasien (patient safety) dalam konteks layanan farmasi juga menjadi pembahasan intensif selama berlangsungnya pertemuan nasional ini. Para apoteker rumah sakit mengingatkan bahwa kesalahan dalam pengelolaan obat masih menjadi salah satu jenis medical error yang paling sering terjadi di fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, implementasi sistem farmasi digital yang komprehensif dipandang sebagai solusi strategis untuk meminimalkan risiko kesalahan dalam proses pemilihan obat, dosisnya, hingga pemberian kepada pasien yang tepat. Forum ini menghasilkan konsensus bahwa setiap rumah sakit harus memiliki protokol yang jelas dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan prosedur keselamatan farmasi yang sudah ada. Peserta juga menekankan perlunya audit internal secara berkala dan evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas sistem digital yang telah diimplementasikan.

Komitmen HISFARSI sebagai organisasi profesi apoteker rumah sakit juga terlihat dari berbagai rekomendasi yang dihasilkan selama Mukernas berlangsung. Organisasi akan terus melakukan advokasi kepada pemerintah dan institusi kesehatan terkait pentingnya investasi dalam infrastruktur farmasi digital yang berkualitas dan berkelanjutan. Selain itu, HISFARSI juga berkomitmen untuk menyusun panduan teknis implementasi sistem farmasi digital yang dapat disesuaikan dengan kondisi berbagai rumah sakit di Indonesia, baik rumah sakit besar maupun rumah sakit dengan keterbatasan sumber daya. Melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam sistem kesehatan nasional, komunitas apoteker rumah sakit berharap bahwa transformasi digital dalam layanan farmasi dapat terwujud secara merata dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta kepuasan pasien di seluruh nusantara.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow