Langkah Darurat Bank Sentral Belum Cukup: Ekonom Desak Pemerintah Tangani Akar Permasalahan Ekonomi Indonesia

Meskipun langkah darurat Bank Indonesia dan pemerintah berhasil meredam ketidakstabilan pasar saat ini, para ekonom memperingatkan bahwa akar permasalahan ekonomi Indonesia masih belum ditangani secara menyeluruh.

Jun 12, 2026 - 16:06
Jun 12, 2026 - 16:06
 0
Langkah Darurat Bank Sentral Belum Cukup: Ekonom Desak Pemerintah Tangani Akar Permasalahan Ekonomi Indonesia

Obor Keadilan - Pemerintah dan Bank Indonesia telah mengambil serangkaian tindakan darurat untuk menstabilkan kondisi pasar finansial yang bergejolak dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah kebijakan moneter ketat, termasuk kenaikan suku bunga acuan yang signifikan, dikombinasikan dengan berbagai mekanisme intervensi untuk memperkuat posisi rupiah di pasar valuta asing, tampak berhasil meredam tekanan pasar saat ini. Namun, di balik kesuksesan sementara tersebut, para ahli ekonomi terkemuka menyuarakan kekhawatiran mendalam bahwa upaya-upaya ini hanya bersifat pemadam kebakaran tanpa mengatasi penyakit yang mendasari ketidakstabilan ekonomi nasional.

Para ekonom dari berbagai institusi riset dan perguruan tinggi terkemuka sepakat bahwa kepercayaan investor jangka panjang tidak akan dapat dipulihkan sepenuhnya apabila pemerintah hanya fokus pada tindakan penanganan gejala tanpa menyelami struktur masalah yang lebih dalam. Mereka menunjukkan bahwa ketergantungan berlebihan pada instrumen suku bunga tinggi justru mengandung risiko ganda: di satu sisi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi riil melalui pengereman investasi produktif, dan di sisi lain meningkatkan beban utang pemerintah dan sektor swasta yang mengambil pinjaman pada tingkat bunga yang mahal. Dengan demikian, strategi jangka pendek ini berpotensi menciptakan masalah ekonomi baru yang lebih kompleks di masa depan, menggantikan satu krisis dengan krisis lainnya.

Berbagai isu fundamental yang diidentifikasi oleh para ekonom meliputi ketimpangan struktural dalam sistem fiskal, lemahnya daya saing sektor manufaktur Indonesia di tingkat global, defisit neraca transaksi berjalan yang kronis, serta investasi infrastruktur yang masih dirasa tidak proporsional dengan kebutuhan. Ekspansi defisit anggaran yang berkelanjutan, kombinasi dengan ketergantungan ekspor pada komoditas primer yang harganya fluktuatif, menciptakan kondisi fundamental yang rapuh. Selain itu, isu-isu governance, biaya investasi yang tinggi akibat regulasi yang berbelit, serta ketidakpastian kebijakan jangka panjang juga menjadi hambatan signifikan dalam menarik investasi asing yang berkelanjutan. Para ekonom berpendapat bahwa pemerintah perlu secara serius mengkaji kembali strategi pembangunan ekonomi jangka menengah dan panjang yang lebih komprehensif.

Oleh karena itu, para ahli ekonomi mendesak pemerintah untuk tidak melakukan tindakan sambil lalu dalam menangani krisis keuangan ini, melainkan menggunakannya sebagai momentum untuk melakukan reformasi struktural yang lebih dalam. Reformasi ini harus mencakup peningkatan efisiensi sektor publik, diversifikasi basis ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor komoditas, penguatan sistem perpajakan yang lebih adil dan efisien, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui investasi pendidikan dan pelatihan. Hanya dengan pendekatan holistik dan perubahan mendasar dalam cara pemerintah mengelola ekonomi nasional, kepercayaan investor dapat dibangun kembali secara berkelanjutan, bukan hanya sebagai penenang sesaat ketika pasar bergejolak.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow