Krisis Kesehatan Gaza Membutuhkan Rekonstruksi Masif: WHO Sebut Diperlukan Investasi Triliunan untuk Pulihkan Sistem Medis

WHO mengumumkan bahwa perbaikan sistem kesehatan Gaza memerlukan investasi sebesar Rp 172 triliun seiring dengan kerusakan lebih dari 1.800 fasilitas medis di wilayah tersebut.

Apr 25, 2026 - 23:59
Apr 25, 2026 - 23:59
 0
Krisis Kesehatan Gaza Membutuhkan Rekonstruksi Masif: WHO Sebut Diperlukan Investasi Triliunan untuk Pulihkan Sistem Medis

Obor Keadilan - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan serius mengenai kondisi sistem kesehatan di Gaza yang mencapai tingkat kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam laporan komprehensifnya, WHO mengungkapkan bahwa upaya pemulihan infrastruktur kesehatan di wilayah Palestina tersebut membutuhkan alokasi dana mencapai Rp 172 triliun. Angka fantastis ini mencerminkan kedalaman krisis kemanusiaan yang sedang melanda Gaza, di mana akses terhadap layanan kesehatan dasar telah menjadi semakin sulit bagi jutaan penduduk sipil yang membutuhkan perawatan medis mendesak.

Data yang dikumpulkan oleh WHO menunjukkan bahwa lebih dari 1.800 fasilitas kesehatan di Gaza telah mengalami kerusakan signifikan, mulai dari rumah sakit besar yang berfungsi sebagai pusat rujukan medis hingga klinik kesehatan primer yang lebih sederhana di tingkat komunitas lokal. Kerusakan infrastruktur ini meliputi pusat perawatan kesehatan dasar, fasilitas laboratorium diagnostik, klinik rawat jalan, hingga apotek farmasi yang menyediakan obat-obatan esensial bagi masyarakat. Skalabilitas kerusakan ini tidak hanya menghilangkan tempat fisik untuk memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mengganggu seluruh rantai pasokan medis, peralatan kesehatan, dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan oleh penduduk Gaza untuk bertahan hidup dan mengatasi berbagai kondisi kesehatan kronis maupun akut.

Para ahli kesehatan global menekankan bahwa rekonstruksi sistem kesehatan Gaza tidak dapat ditunda-tunda lagi, mengingat dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan masyarakat yang akan berlangsung selama bertahun-tahun mendatang. Investasi sebesar Rp 172 triliun ini dianggap sebagai estimasi konservatif mengingat kebutuhan nyata di lapangan mungkin lebih besar, terutama jika mempertimbangkan trauma psikologis, meningkatnya penyakit menular pasca-konflik, dan kebutuhan akan sistem kesehatan yang lebih modern dan resilient. WHO juga menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pemulihan, yang tidak hanya fokus pada perbaikan fisik bangunan tetapi juga pada rekrutmen dan pelatihan tenaga kesehatan profesional serta pemulihan sistem manajemen kesehatan yang efektif.

Komunitas internasional didesak untuk segera memberikan dukungan finansial dan teknis guna mewujudkan pemulihan sistem kesehatan Gaza. Berbagai organisasi kemanusiaan dan negara-negara donor perlu berkoordinasi secara erat untuk memastikan bahwa dana yang digelontorkan dapat digunakan dengan efisien dan transparan demi kepentingan masyarakat Gaza. Tanpa tindakan cepat dan terukur, jutaan penduduk Gaza akan terus menghadapi risiko kesehatan yang sangat tinggi, termasuk meningkatnya angka kematian ibu dan anak, penyebaran penyakit menular, serta kondisi kesehatan mental yang semakin memburuk. Rekonstruksi ini bukan sekadar investasi infrastruktur, melainkan komitmen moral untuk mengembalikan hak fundamental setiap individu untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan berkualitas.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow