Komisi XII DPR: Stabilitas Pasokan Gas Harus Menjadi Fondasi Ketahanan Energi dan Daya Saing Industri Nasional

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya memberikan apresiasi atas komitmen Kementerian ESDM dalam menjamin stabilitas pasokan gas nasional sebagai fondasi ketahanan industri dan daya saing ekonomi Indonesia.

Jun 10, 2026 - 10:18
Jun 10, 2026 - 10:18
 0
Komisi XII DPR: Stabilitas Pasokan Gas Harus Menjadi Fondasi Ketahanan Energi dan Daya Saing Industri Nasional

Obor Keadilan - Ketua Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Bambang Patijaya, telah menyatakan apresiasi yang mendalam terhadap komitmen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menjamin ketersediaan pasokan gas nasional yang stabil dan berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam menanggapi jaminan yang diberikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai kondisi pasokan gas yang aman dan terjaga di tengah dinamika pasar energi global yang terus berfluktuasi. Apresiasi ini bukan sekadar bentuk dukungan politis semata, melainkan pengakuan terhadap pentingnya peran strategis sektor energi dalam mempertahankan stabilitas ekonomi dan ketahanan industri manufaktur di Indonesia.

Menurut Bambang Patijaya, kepastian pasokan gas alam yang berkelanjutan merupakan prasyarat mutlak bagi terciptanya iklim investasi yang kondusif di sektor industri nasional. Dalam paparannya, anggota dewan ini menekankan bahwa ketergantungan industri terhadap energi fosil, khususnya gas alam, masih menjadi komponen signifikan dalam struktur biaya produksi dan daya kompetitif produk Indonesia di pasar internasional. Tanpa kepastian harga dan ketersediaan pasokan yang terjamin, sektor industri akan terus menghadapi ketidakpastian operasional yang berdampak negatif terhadap investasi jangka panjang dan penciptaan lapangan kerja baru. Oleh karena itu, koordinasi yang solid antara Kementerian ESDM dan stakeholder industri harus terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa kebijakan energi nasional selaras dengan kebutuhan sektor riil.

Lebih lanjut, Patijaya mendorong pemerintah untuk mengimplementasikan strategi Hulu Gas Bumi Terpadu (HGBT) secara konsisten dan terukur guna memastikan keberlanjutan sektor energi dalam jangka panjang. Strategi HGBT dirancang untuk mengoptimalkan eksplorasi, produksi, pengolahan, dan distribusi gas alam dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial secara holistik. Dengan menerapkan pendekatan terpadu ini, Indonesia tidak hanya dapat memastikan pasokan gas untuk kebutuhan domestik, tetapi juga memperkuat posisi negara sebagai eksportir gas alam yang handal di tingkat regional dan global. Investasi dalam infrastruktur pengolahan dan transportasi gas harus ditingkatkan secara sistematis untuk mengurangi hambatan logistik dan memperbaiki efisiensi distribusi.

Patijaya juga menyoroti pentingnya diversifikasi sumber energi sebagai bagian integral dari strategi energi nasional jangka panjang. Meskipun gas alam tetap menjadi tulang punggung energi nasional dalam dekade mendatang, transisi menuju energi terbarukan harus dimulai secara bertahap dan terencana untuk menghindari guncangan ekonomi yang tidak terduga. Pemerintah, melalui Kementerian ESDM, harus mengembangkan roadmap yang jelas mengenai timeline pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil sambil memastikan bahwa pekerja dan industri yang terikat pada sektor gas alam memiliki kesempatan untuk beradaptasi. Dengan pendekatan yang seimbang dan holistik ini, Indonesia dapat mempertahankan daya saing industrinya sambil bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow