Kapolri Sigit Prabowo Lanjutkan Tradisi Ziarah ke Makam Presiden Soekarno, Gus Dur, hingga Soeharto Menjelang Peringatan Hari Bhayangkara
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam para presiden terdahulu Soekarno, Gus Dur, dan Soeharto pada Sabtu, 20 Juni 2026, sebagai bagian dari persiapan perayaan Hari Bhayangkara ke-80.
Obor Keadilan - Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), melaksanakan rangkaian kegiatan ziarah ke makam para presiden terdahulu Republik Indonesia pada hari Sabtu, tanggal 20 Juni 2026. Kegiatan spiritual dan historis ini merupakan bagian dari persiapan perayaan Hari Bhayangkara ke-80, momen penting bagi institusi kepolisian nasional. Ziarah yang dilakukan oleh Kapolri tersebut mencerminkan penghormatan mendalam terhadap para pemimpin bangsa yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan dan pembangunan negara. Dengan mengunjungi makam-makam bersejarah ini, Kapolri menunjukkan komitmen institusi kepolisian dalam menghargai jasa-jasa para tokoh nasional yang telah meninggal dunia.
Rangkaian ziarah yang diselenggarakan oleh Kapolri Sigit Prabowo dimulai dari makam Presiden Soekarno, pendiri dan proklamator Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Perjalanan spiritual ini kemudian dilanjutkan ke makam Presiden Abdurrahman Wahid, yang lebih dikenal sebagai Gus Dur, seorang pemimpin yang dikenal karena visi kebangsaannya dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi. Setelah itu, Kapolri mengunjungi makam Presiden Soeharto di Jakarta, yang memerintah Indonesia selama 32 tahun dalam era pembangunan. Ketiga kunjungan ziarah ini menunjukkan apresiasi Kapolri terhadap berbagai era kepemimpinan yang telah membentuk sejarah bangsa Indonesia, terlepas dari perbedaan kebijakan dan pandangan yang mungkin ada di antara mereka.
Penyelenggaraan ziarah ini secara khusus diadakan sebagai bagian dari persiapan perayaan Hari Bhayangkara, yang merupakan momentum penting bagi seluruh anggota dan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Hari Bhayangkara, yang diperingati setiap tanggal 1 Juli, merayakan berdirinya Polisi Mobil (Politie Mobiel) pada tahun 1946, yang kemudian berkembang menjadi institusi kepolisian modern saat ini. Dengan melakukan ziarah ke makam para presiden terdahulu, Kapolri secara simbolis menunjukkan bahwa institusi kepolisian tidak hanya berfokus pada tugas-tugas operasional, tetapi juga memelihara semangat kebangsaan dan menghormati para pendahulu yang telah mengabdi kepada negara. Momen ini juga mencerminkan upaya untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme di kalangan anggota polri menjelang perayaan Hari Bhayangkara ke-80.
Kehadiran Kapolri dalam rangkaian ziarah ini menjadi pesan penting bagi institusi kepolisian dan masyarakat luas bahwa nilai-nilai historis dan apresiasi terhadap para tokoh nasional tetap menjadi bagian penting dari identitas bangsa. Tradisi ziarah ke makam para pemimpin masa lalu mencerminkan kontinuitas dan penghormatan terhadap kontribusi mereka dalam membangun fondasi negara yang kuat. Dengan momentum Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia diharapkan dapat terus menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dan dedikasi dalam menjalankan tugas mulia melayani dan melindungi masyarakat Indonesia. Ziarah Kapolri ini juga menjadi pengingat bagi semua generasi bahwa pemimpin dan institusi harus senantiasa menghargai warisan historis dalam menjalankan tanggung jawab mereka kepada bangsa dan negara.
What's Your Reaction?