Kapolda Sumsel Instruksikan Pos Pam Jadilah Mitra Utama Pelayanan Mudik, Bukan Sekadar Pengatur Lalu Lintas

Kapolda Sumatera Selatan menginstruksikan pos pam untuk bertransformasi menjadi mitra pelayanan aktif bagi pemudik, dengan menekankan empati, penguatan toleransi antarumat, dan layanan prima selama Operasi Ketupat Musi 2026.

Mar 18, 2026 - 16:33
Mar 18, 2026 - 16:33
 0
Kapolda Sumsel Instruksikan Pos Pam Jadilah Mitra Utama Pelayanan Mudik, Bukan Sekadar Pengatur Lalu Lintas

Obor Keadilan - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Brigadir Jenderal Sandi Nugroho, telah mengeluarkan arahan komprehensif kepada seluruh personel kepolisian untuk mengubah paradigma dalam menjalankan tugas mereka selama Operasi Ketupat Musi 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel menekankan bahwa peran pos pam dan personel di lapangan harus melampaui fungsi konvensional sebagai pengatur arus lalu lintas. Sebaliknya, mereka dimandatkan untuk menjadi garda depan dalam memberikan pelayanan prima kepada para pemudik yang melintasi wilayah Sumatera Selatan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen kepolisian untuk menghadirkan pengalaman mudik yang lebih bermakna dan berkesan bagi jutaan masyarakat yang memilih untuk kembali ke kampung halaman mereka merayakan momen berkumpul bersama keluarga.

Dalam rangka mewujudkan visi pelayanan yang inklusif dan empati, Kapolda Nugroho secara khusus menggarisbawahi pentingnya sikap empati yang harus tertanam dalam setiap tindakan personel. Para anggota kepolisian di pos pam dihimbau untuk memahami kondisi fisik dan psikis pemudik yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga setiap interaksi dapat dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi dan penuh pengertian. Instruksi ini juga mencakup peningkatan kualitas layanan di berbagai aspek, mulai dari pengarahan arus lalu lintas yang lancar dan efisien, hingga pemberian informasi perjalanan yang akurat dan helpful kepada para pemudik. Selain itu, personel diminta untuk selalu siap memberikan bantuan dalam situasi darurat atau keadaan mendesak yang mungkin dihadapi oleh pemudik, dengan respons yang cepat dan profesional.

Lebih dari sekadar aspek teknis operasional, Kapolda Sumsel juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai toleransi antarumat agama dan suku bangsa selama musim mudik berlangsung. Dengan pemudik yang berasal dari berbagai latar belakang budaya, agama, dan etnisitas, kepolisian dianggap memiliki posisi strategis untuk menjadi contoh nyata dalam menerapkan prinsip-prinsip keberagaman dan kerukunan. Personel diinstruksikan untuk menghormati keragaman tersebut, menunjukkan sikap yang inklusif, dan memastikan bahwa tidak ada diskriminasi dalam memberikan pelayanan kepada siapapun. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan suasana mudik yang lebih damai, harmonis, dan mencerminkan nilai-nilai kebangsaan Indonesia yang menghargai kesatuan dalam keberagaman.

Pengimplementasian arahan Kapolda Sumsel ini memerlukan kerja sama sinergis dari seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat operasional di pos pam hingga manajemen strategis di tingkat pusat. Setiap personel harus menginternalisasi bahwa Operasi Ketupat Musi 2026 bukan hanya tentang mengatur lalu lintas dan menjaga keamanan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian melalui pelayanan yang berkualitas dan berkarakter. Dengan semangat melayani yang tulus dan sikap profesional yang tinggi, diharapkan mudik tahun 2026 akan menjadi momentum yang berhasil menciptakan pengalaman positif bagi jutaan pemudik Indonesia, sekaligus memperkuat citra kepolisian sebagai institusi yang benar-benar peduli dan dekat dengan masyarakat yang dilayaninya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow