Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya Dilanda Api Dahsyat, Trauma Bencana Alam Masih Membekas di Hati Warga
Kebakaran hebat menghanguskan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya di Sukabumi, membangkitkan kembali trauma warga atas bencana longsor dua tahun sebelumnya. Atalia Praratya menyoroti kerentanan sistemik dan ketiadaan infrastruktur perlindungan di komunitas adat tersebut.
Obor Keadilan - Sejumlah rumah dan struktur bangunan tradisional di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, yang terletak di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada hari-hari terakhir ini. Kebakaran hebat tersebut menghanguskan puluhan bangunan dalam waktu singkat, meninggalkan jejak kehancuran yang mendalam bagi masyarakat adat yang telah menghuni kawasan tersebut secara turun-temurun. Peristiwa tragis ini kembali mengingatkan warga akan rapuhnya infrastruktur dan fasilitas perlindungan yang ada di komunitas adat tersebut. Tim pemadam kebakaran bekerja keras untuk memadamkan api yang membara, namun keterbatasan akses jalan menuju lokasi kawasan adat membuat upaya penyelamatan menjadi terhambat.
Atalia Praratya, seorang tokoh masyarakat yang memiliki hubungan erat dengan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, mengungkapkan kesedihannya atas peristiwa bencana yang kembali menimpa warga komunitas tersebut. Melalui penuturannya, Praratya mengingatkan bahwa sekitar dua tahun sebelumnya, kawasan yang sama pernah dilanda bencana longsor yang juga mengakibatkan kerugian material dan psikologis yang signifikan bagi masyarakat adat. Beliau menyatakan bahwa kemunculan dua bencana alam dalam jangka waktu yang relatif pendek ini mencerminkan tingginya tingkat kerentanan sosial dan lingkungan di wilayah tersebut. Trauma kolektif yang masih melekat di benak warga acap kali bergejolak kembali setiap kali terjadi musibah seperti ini.
Kesaksian dari para penggemar dan pendampingan terhadap komunitas adat menunjukkan bahwa bencana kebakaran ini bukan hanya sekadar peristiwa beruntun, melainkan cerminan dari persoalan sistemik yang lebih mendalam. Infrastruktur dasar seperti jalanan yang layak, sistem peringatan dini bencana, dan fasilitas pencegahan kebakaran masih jauh dari memadai di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya. Ketiadaan sistem pemadam kebakaran yang modern dan akses yang sulit membuat warga harus mengandalkan upaya pemadaman manual yang kurang efektif. Kondisi ini semakin diperparah dengan minimnya sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana bagi masyarakat lokal.
Pemerintah daerah dan instansi terkait didesak untuk segera mengambil langkah konkret dalam upaya rehabilitasi dan pembangunan sistem ketahanan bencana di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya. Bantuan darurat untuk warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda perlu disalurkan dengan cepat dan tepat sasaran. Lebih dari itu, diperlukan perencanaan jangka panjang yang melibatkan partisipasi aktif dari komunitas adat itu sendiri, guna memastikan bahwa solusi yang dibangun sesuai dengan karakteristik unik dan kebutuhan spesifik mereka. Momentum tragedi ini semestinya menjadi titik balik untuk memahami bahwa komunitas adat bukan sekadar penerima program pemerintah, melainkan aktor utama dalam merencanakan masa depan mereka yang lebih aman dan berkelanjutan.
What's Your Reaction?