Hendropriyono Peringatkan Rakyat Waspadai Skenario Perpecahan yang Direncanakan Kelompok Tertentu

Jenderal TNI (Purnawirawan) A.M Hendropriyono mengingatkan masyarakat Indonesia untuk waspada terhadap upaya adu domba yang dilakukan pihak-pihak tertentu, sambil menolak tuntas isu keterlibatannya dalam aksi menggulingkan pemerintah.

Jun 19, 2026 - 11:44
Jun 19, 2026 - 11:44
 0
Hendropriyono Peringatkan Rakyat Waspadai Skenario Perpecahan yang Direncanakan Kelompok Tertentu

Obor Keadilan - Jenderal TNI (Purnawirawan) A.M Hendropriyono, yang pernah memimpin Badan Intelijen Negara (BIN) selama bertahun-tahun, kembali memberikan peringatan penting kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai upaya adu domba yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Mantan pejabat keamanan tingkat tinggi ini menekankan bahwa strategi perpecahan dan konflik internal merupakan ancaman serius yang dapat merusak fondasi persatuan dan kesatuan bangsa apabila dibiarkan berkembang tanpa adanya respons yang tepat dari masyarakat luas. Hendropriyono secara tegas menyatakan bahwa isu-isu yang beredar di berbagai media sosial dan platform digital mengenai keterlibatannya dalam aksi menggulingkan pemerintah adalah sama sekali tidak benar dan merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan ketidakpercayaan publik terhadap tokoh-tokoh tertentu yang dianggap berpengaruh.

Dalam pernyataannya, Hendropriyono menguraikan dengan detail mengenai pentingnya literasi keamanan nasional di kalangan masyarakat sipil agar dapat membedakan antara informasi yang valid dengan berita bohong atau hoaks yang disebarluaskan untuk tujuan-tujuan politis tertentu. Berdasarkan pengalamannya yang panjang di bidang intelijen dan keamanan negara, beliau menjelaskan bahwa metode adu domba dan penyebaran fitnah telah menjadi instrumen klasik yang digunakan oleh berbagai kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan mereka yang tersembunyi. Mantan kepala BIN ini mengajak seluruh kalangan, mulai dari pemimpin opini, akademisi, hingga masyarakat awam, untuk senantiasa bersikap kritis dan verifikatif dalam mengonsumsi informasi apa pun yang beredar di ruang publik. Beliau menekankan bahwa dengan semakin canggihnya teknologi, para penyebar berita palsu juga semakin mahir dalam mengemas narasi yang dapat mudah dipercaya oleh sebagian besar masyarakat.

Hendropriyono juga mengingatkan bahwa terdapat pola-pola tertentu yang dapat diidentifikasi dalam setiap aksi adu domba yang terstruktur dan terencana dengan baik. Menurut pengamatannya, kelompok-kelompok yang berupaya untuk memicu ketidakstabilan internal di Indonesia kerap menargetkan tokoh-tokoh kunci yang memiliki pengaruh signifikan dalam dinamika sosial dan politik nasional. Dengan memberikan label-label negatif atau menghubungkan mereka dengan aksi-aksi subversif, para dalang di balik strategi ini berharap dapat menggoyahkan kepercayaan publik terhadap pemimpin dan institusi yang ada. Hendropriyono menegaskan bahwa dirinya memiliki komitmen penuh terhadap stabilitas dan kedaulatan negara Republik Indonesia, dan segala bentuk tuduhan yang menyebutnya terlibat dalam gerakan menggulingkan pemerintah adalah upaya yang tidak berdasar dan dilakukan dengan maksud jahat.

Untuk menjawab tantangan ini secara komprehensif, Hendropriyono mengajukan rekomendasi agar pemerintah, lembaga-lembaga negara, dan masyarakat sipil bekerja sama dalam mengembangkan mekanisme verifikasi dan literasi digital yang lebih kuat. Beliau percaya bahwa pendidikan tentang keamanan informasi dan pemahaman tentang taktik-taktik propaganda harus menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan nasional dan program-program pemberdayaan masyarakat. Dengan meningkatkan kesadaran kolektif tentang ancaman informasi palsu dan strategi adu domba, masyarakat Indonesia akan lebih tangguh dalam menghadapi berbagai usaha destabilisasi yang mungkin dilakukan oleh aktor-aktor yang tidak menghendaki kesatuan dan kemajuan bangsa. Hendropriyono mengakhiri peringatatannya dengan ajakan yang kuat agar semua elemen bangsa saling menjaga dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas asal-muasalnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow