Hendropriyono Bantah Keras Kabar Penamparan Seskab Teddy, Sebut Sebagai Informasi Palsu yang Membahayakan

Hendropriyono, mantan Kepala BIN, membantah tegas rumor penamparan Seskab Teddy Indra Wijaya oleh Pangkopassus dan menyebutnya sebagai hoaks yang tidak berdasar dan membahayakan stabilitas institusi pemerintahan.

Apr 25, 2026 - 05:14
Apr 25, 2026 - 05:14
 0
Hendropriyono Bantah Keras Kabar Penamparan Seskab Teddy, Sebut Sebagai Informasi Palsu yang Membahayakan

Obor Keadilan - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Hendropriyono, telah mengeluarkan pernyataan tegas untuk membantah rumor yang beredar luas di berbagai platform media sosial dan media massa mengenai insiden penamparan yang diduga dialami oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya oleh pihak Pangkopassus. Dalam respons resminya, Hendropriyono menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks yang tidak memiliki dasar faktual yang jelas dan tidak boleh dipercaya begitu saja oleh publik. Pernyataan ini disampaikan dengan nada serius mengingat dampak potensial dari penyebaran informasi palsu terhadap stabilitas institusi pemerintahan dan reputasi para pejabat negara yang terlibat.

Sebagai tokoh yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang intelijen dan keamanan nasional, Hendropriyono menggunakan kesempatan ini untuk menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya kepada publik yang lebih luas. Mantan pemimpin lembaga intelijen tersebut mengingatkan bahwa hoaks dan disinformasi dapat menciptakan ketegangan yang tidak perlu dalam struktur pemerintahan dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara. Hendropriyono juga mengkritik sembarangan penyebaran informasi tanpa bukti konkret, yang menurutnya merupakan perbuatan irresponsibel dan dapat mengganggu harmoni dalam tubuh aparatur negara, khususnya antara institusi militer dan sipil.

Pengakuan atas kabar bohong ini datang di tengah meningkatnya kasus disinformasi yang menjangkit berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia. Hendropriyono menekankan bahwa era digital saat ini memudahkan penyebaran informasi tanpa filter, sehingga setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk memverifikasi kebenaran sebelum meneruskan berita kepada orang lain. Lebih lanjut, beliau juga menghimbau kepada media massa dan influencer untuk lebih selektif dalam meliput dan membagikan informasi, serta senantiasa mengedepankan prinsip jurnalisme yang etis dan profesional dengan melakukan fact-checking yang mendalam.

Dalam konteks ini, Hendropriyono juga menekankan pentingnya menjaga integritas institusi publik dari serangan hoaks yang dapat melemahkan kohesi internal pemerintahan. Beliau percaya bahwa dengan semakin tingginya kesadaran kolektif masyarakat tentang bahaya disinformasi, maka akan tercipta lingkungan informasi yang lebih sehat dan kondusif bagi pembangunan nasional. Respons tegas dari Hendropriyono ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi di era keterbukaan informasi seperti saat ini, sehingga narasi hoaks dapat diminimalkan dan kepercayaan publik terhadap institusi negara tetap terjaga dengan baik.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow