Gubernur Jabar Dorong Pelaku Kerusuhan May Day Jalani Pembinaan di Lembaga Militer

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan agar pelaku kerusuhan May Day di Bandung yang berstatus pelajar menjalani program pembinaan intensif di barak militer sebagai upaya rehabilitasi karakter dan pendisiplinan.

May 4, 2026 - 00:38
May 4, 2026 - 00:38
 0
Gubernur Jabar Dorong Pelaku Kerusuhan May Day Jalani Pembinaan di Lembaga Militer

Obor Keadilan - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) telah mengajukan usulan yang cukup kontroversial terkait penanganan para pelaku kerusuhan yang terjadi pada perayaan Hari Buruh atau May Day di Kota Bandung. Menurutnya, para pelajar yang terlibat dalam insiden tersebut seharusnya dapat menjalani program pembinaan melalui sistem barak militer sebagai bagian dari proses rehabilitasi dan pendidikan karakter. Usulan tersebut disampaikan sebagai upaya untuk memberikan kesempatan kedua kepada generasi muda yang terjerumus dalam tindakan anarkis, dengan harapan mereka dapat kembali ke jalan yang benar melalui pendisiplinan intensif dan pelatihan militer yang terstruktur.

Kerusuhan yang terjadi selama aksi May Day di Bandung menimbulkan kerugian material yang cukup signifikan dan menciptakan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat dan aparat keamanan. Para peserta aksi yang awalnya berdemonstrasi secara damai kemudian berubah menjadi sekelompok orang yang melakukan tindakan destruktif, termasuk merusak fasilitas publik, kendaraan, dan properti masyarakat. Melihat tingginya jumlah peserta aksi yang masih berstatus pelajar di antara para pelaku kerusuhan, Gubernur Mulyadi melihat peluang untuk mengintervensi melalui pendekatan pembinaan yang lebih terarah dan disiplin dibanding hanya melalui proses hukum biasa.

Dalam perspektif penanganan anak dan remaja yang berhadapan dengan hukum, usulan Gubernur Mulyadi mencerminkan pendekatan restoratif yang berusaha mengedepankan pembinaan daripada pemenjaraan. Program barak militer diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar disiplin, kepatuhan terhadap peraturan, serta nilai-nilai nasionalisme dan tanggung jawab sosial kepada para peserta. Dengan sistem pengasuhan yang ketat namun edukatif, diharapkan para pelajar ini dapat mengalami transformasi positif dalam mentalitas dan perilaku mereka selama menjalani program pembinaan. Gubernur menekankan bahwa tujuan utama bukan untuk menghukum berat, melainkan untuk membimbing generasi muda agar memahami konsekuensi dari tindakan mereka dan menjadi warga negara yang lebih bertanggung jawab di masa depan.

Namun demikian, usulan ini juga memicu berbagai perdebatan dari berbagai kalangan, baik dari aktivis hak asasi manusia maupun akademisi yang mempertanyakan legalitas dan efektivitas pendekatan tersebut. Beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa menempatkan anak-anak di barak militer mungkin tidak sesuai dengan prinsip-prinsip hak anak dan hukum acara pidana anak yang telah ditetapkan di Indonesia. Meskipun terdapat kontroversi, Gubernur Mulyadi tetap yakin bahwa pendekatan ini merupakan solusi alternatif yang layak dipertimbangkan untuk menangani kasus-kasus serupa di masa mendatang, terutama dalam konteks pencegahan dan pembinaan bagi generasi muda yang tersesat.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow