Gibran Rakabuming Dampingi Mahasiswa UI Memberikan Dukungan Psikologis kepada Korban Gempa NTT
Wakil Presiden Gibran Rakabuming memimpin misi khusus ke Nusa Tenggara Timur bersama mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia untuk memberikan dukungan psikologis kepada korban gempa bumi dan membantu proses pemulihan trauma pascabencana.
Obor Keadilan - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka telah memimpin sebuah misi kemanusiaan yang melibatkan para mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia menuju daerah yang terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan komprehensif tidak hanya dalam aspek fisik dan material, melainkan juga dalam dimensi kesehatan mental dan psikologis bagi korban bencana alam yang telah mengalami trauma mendalam. Kehadiran Wakil Presiden bersama kalangan akademisi menunjukkan upaya serius dalam mengintegrasikan pendekatan multidisipliner dalam penanganan dampak psikososial pasca-bencana gempa yang melanda kawasan timur Indonesia tersebut.
Delegasi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yang turut dalam perjalanan ini dipilih atas dasar keahlian dan kompetensi mereka dalam bidang intervensi psikologis dan trauma counseling. Para mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan pendampingan emosional serta konsultasi psikologis kepada masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan dari shock dan stress pasca-bencana. Dengan bimbingan para akademisi dan profesional di bidangnya, mahasiswa-mahasiswa tersebut akan melakukan serangkaian kegiatan edukatif dan supportif untuk membantu korban gempa mengatasi berbagai gangguan psikologis yang sering muncul setelah trauma bencana alam, seperti anxiety disorder, depression, dan post-traumatic stress disorder (PTSD).
Kunjungan Wakil Presiden Gibran ke NTT ini juga mencerminkan prioritas pemerintah dalam membangun resiliensi masyarakat secara holistik di wilayah-wilayah rawan bencana. Selain aspek pembangunan infrastruktur dan penyediaan kebutuhan dasar, pemerintah menyadari bahwa pemulihan psikologis merupakan fondasi penting untuk memastikan kehidupan masyarakat dapat kembali normal secara berkelanjutan. Strategi pendekatan ini sejalan dengan rekomendasi organisasi kesehatan internasional yang menekankan pentingnya intervensi psikososial dalam fase pemulihan darurat bencana alam.
Program ini diharapkan dapat menjadi pilot project yang dapat direplikasi di daerah-daerah lain yang mengalami bencana serupa. Kolaborasi antara pemerintah pusat, institusi pendidikan tinggi, dan tenaga profesional muda seperti mahasiswa Universitas Indonesia menunjukkan pendekatan inovatif dalam manajemen bencana dan pemulihan sosial. Wakil Presiden Gibran juga diperkirakan akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah NTT dan lembaga-lembaga kemanusiaan lokal untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan dari program dukungan psikologis ini bagi korban gempa yang membutuhkan pertolongan.
What's Your Reaction?