Generasi Muda Indonesia Terjebak dalam Siklus Ekonomi Ketidakpastian: Strategi Bertahan Hidup di Era Digital
Gen Z Indonesia terjebak dalam siklus ekonomi ketidakpastian, dipaksa menjalankan berbagai pekerjaan sampingan secara bersamaan untuk bertahan hidup di tengah tekanan finansial yang meningkat dan prospek karir yang semakin menyempit.
Obor Keadilan - Generasi Z Indonesia saat ini menghadapi realitas ekonomi yang jauh lebih kompleks dan menantang dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Mereka tidak lagi dapat mengandalkan satu sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sebaliknya, mayoritas anak muda berusia 18-26 tahun terpaksa menjalankan berbagai pekerjaan sampingan secara bersamaan, mulai dari menjadi content creator, freelancer desain grafis, driver ojek online, hingga menjual produk melalui media sosial. Fenomena yang disebut sebagai "disillusionomics" ini mencerminkan keputusasaan generasi muda terhadap prospek karir konvensional yang semakin menyempit. Beban finansial yang dipikul oleh Gen Z bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan primer, tetapi juga terbebani dengan hutang pendidikan, cicilan gadget, dan kontribusi finansial kepada keluarga. Ketidakstabilan ekonomi makro, kenaikan biaya hidup yang konsisten, dan kompetisi pasar kerja yang ketat telah menciptakan semacam "kematian harapan ekonomi" di kalangan generasi muda ini.
What's Your Reaction?