Fragmentasi Infrastruktur Pejalan Kaki: Pramono Siap Integrasikan JPO Terputus di Rasuna Said

Gubernur Pramono Subianto berkomitmen menghubungkan dua JPO terpisah di Jalan Rasuna Said yang menjadi keluhan warga, menandai langkah penting dalam integrasi infrastruktur pejalan kaki Jakarta.

Aug 4, 2026 - 20:26
Aug 4, 2026 - 20:26
 0
Fragmentasi Infrastruktur Pejalan Kaki: Pramono Siap Integrasikan JPO Terputus di Rasuna Said

Obor Keadilan - Gubernur DKI Jakarta Pramono Subianto telah memberikan komitmen untuk menghubungkan dua jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terpisah di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Permasalahan infrastruktur pejalan kaki ini telah menjadi keluhan berkelanjutan dari masyarakat yang melintas di kawasan tersebut. Kedua JPO yang berdekatan namun tidak saling terhubung menciptakan inefisiensi mobilitas dan mengurangi nilai fungsional dari kedua struktur penyeberangan tersebut. Situasi ini mencerminkan lebih luas tentang kompleksitas pengelolaan infrastruktur publik di ibu kota, khususnya ketika melibatkan koordinasi antara berbagai lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan berbeda.

Permasalahan mendasar yang menjadi akar dari fragmentasi infrastruktur ini adalah pembagian tanggung jawab administratif antara dua institusi yang berbeda. JPO pertama merupakan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sementara JPO kedua adalah milik PT Kereta Api Jabodebek, operator transportasi massal di wilayah Jabodetabek. Kondisi ini menciptakan gap dalam pengelolaan dan pemeliharaan, sehingga meskipun kedua struktur berada dalam jarak yang sangat dekat, integrasi fisiknya tidak pernah terwujud. Para pengguna jalan, terutama pejalan kaki dengan mobilitas terbatas atau lansia, harus melakukan perjalanan tambahan untuk berpindah dari satu JPO ke JPO lainnya, yang seharusnya dapat dihubungkan dengan mudah untuk meningkatkan aksesibilitas.

Pencegahan terhadap integrasi infrastruktur semacam ini sering kali terjadi karena kurangnya koordinasi lintas sektor dan ketiadaan mekanisme kebijakan yang memaksa sinergi antara instansi pemerintah dengan entitas semi-publik. Keluhan warga yang terakumulasi akhirnya mendapat respons positif dari kepemimpinan Gubernur Pramono Subianto, yang mengakui bahwa pelayanan publik harus mengutamakan kenyamanan dan keselamatan masyarakat pengguna. Komitmen ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya pendekatan holistik dalam perencanaan infrastruktur kota modern, di mana setiap elemen harus terintegrasi dengan baik untuk menciptakan ekosistem mobilitas yang seamless dan user-friendly bagi semua kalangan masyarakat.

Proyek penghubung kedua JPO di Rasuna Said diharapkan dapat menjadi preseden baik bagi penyelesaian masalah serupa di lokasi-lokasi lain di Jakarta. Implementasi proyek ini memerlukan koordinasi intensif antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Kereta Api Jabodebek untuk memastikan standar keselamatan, aksesibilitas, dan estetika infrastruktur tetap terjaga. Diharapkan pula bahwa proses ini dapat menginspirasi pembuat kebijakan untuk lebih proaktif mengidentifikasi dan mengatasi fragmentasi infrastruktur serupa sebelum menjadi keluhan publik yang masif, sehingga Jakarta dapat terus berkembang sebagai kota yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat luas.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow