Dua Tahun Berstandar Infrastruktur Buruk, Empat Ruang Kelas dan UKS SDN Kebayoran Lama 09 Masih Menunggu Perbaikan

SDN Kebayoran Lama 09 Jakarta Selatan menghadapi krisis infrastruktur dengan empat ruang kelas dan satu UKS dalam kondisi roboh yang dibiarkan tanpa perbaikan selama dua tahun, menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen pemerintah terhadap kualitas pendidikan.

Jul 21, 2026 - 16:21
Jul 21, 2026 - 16:21
 0
Dua Tahun Berstandar Infrastruktur Buruk, Empat Ruang Kelas dan UKS SDN Kebayoran Lama 09 Masih Menunggu Perbaikan

Obor Keadilan - Kondisi infrastruktur pendidikan di Jakarta Selatan kembali menjadi sorotan serius setelah ditemukan fakta mirisnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebayoran Lama 09. Sejumlah bangunan fasilitas sekolah tersebut dalam keadaan roboh dan telah dibiarkan dalam kondisi itu selama kurang lebih dua tahun tanpa ada upaya perbaikan yang signifikan. Situasi ini tentu saja memberikan dampak langsung terhadap proses pembelajaran peserta didik dan kesejahteraan komunitas sekolah secara keseluruhan. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa minimal empat ruang kelas utama dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) mengalami kerusakan struktural yang cukup parah, menambah deretan masalah infrastruktur pendidikan yang masih banyak terabaikan di wilayah Ibu Kota.

Melacak lebih jauh tentang persoalan ini, para pihak terkait termasuk manajemen sekolah dan dinas pendidikan setempat seharusnya telah mengambil langkah konkret jauh sebelum kondisi mencapai titik kritis seperti sekarang. Rusaknya empat unit ruang belajar bukan hanya masalah estetika bangunan, melainkan isu fundamental yang berkaitan dengan hak anak mendapatkan lingkungan pembelajaran yang aman, nyaman, dan sesuai standar. Keberadaan ruang UKS yang tidak berfungsi optimal juga membuka celah dalam sistem kesehatan sekolah, sehingga bila terjadi kasus kesehatan darurat pada siswa, respons penanganan menjadi terhambat. Pantauan lapangan menunjukkan bahwa kerusakan tersebut semakin progresif mengingat tidak ada pemeliharaan berkala yang dilakukan selama periode dua tahun tersebut.

Ada indikasi kuat bahwa permasalahan ini merupakan hasil dari koordinasi yang lemah antara berbagai tingkat struktur birokrasi pendidikan. Sekolah sebagai unit terdepan mungkin telah mengajukan laporan kerusakan, namun terseok-seok dalam proses administrasi dan alokasi anggaran. Sementara itu, dinas pendidikan daerah dan pemerintah kota juga perlu bertanggung jawab mengapa proposalnya tidak segera ditindaklanjuti dengan pemberian dana perbaikan. Fenomena serupa acap kali terjadi di berbagai instansi pendidikan pemerintah, di mana kompleksitas birokrasi menjadikan perbaikan infrastruktur bergerak sangat lambat meskipun tingkat urgensinya tinggi. Lamanya waktu menunggu perbaikan ini juga membawa implikasi psikologis terhadap siswa, guru, dan orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di institusi tersebut.

Kedepankan, pemerintah daerah Jakarta Selatan perlu segera melakukan verifikasi komprehensif terhadap kondisi seluruh bangunan sekolah dasar negeri di wilayahnya untuk mengidentifikasi kasus serupa yang mungkin juga terabaikan. Langkah konkret berupa penyediaan dana khusus untuk perbaikan infrastruktur pendidikan harus menjadi prioritas dalam perencanaan anggaran berikutnya. Selain itu, perlu dibangun sistem monitoring reguler dan transparan untuk memastikan bahwa setiap kerusakan fasilitas sekolah dapat diidentifikasi, dilaporkan, dan ditindaklanjuti dalam waktu yang lebih efisien. Komitmen nyata dari semua stakeholder, mulai dari tingkat sekolah hingga pemerintah pusat, menjadi kunci untuk memastikan bahwa generasi penerus bangsa mendapatkan hak pendidikan yang layak di lingkungan yang aman dan mendukung.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow