Brigjen Irhamni Ingatkan Aparat Hukum: Kejahatan Lingkungan Semakin Tercanggih, Perlu Sinergi Maksimal
Brigjen Irhamni menekankan pentingnya kolaborasi aparat penegak hukum dan pembaruan strategi penindakan guna mengatasi meningkatnya kejahatan lingkungan yang semakin canggih dan terstruktur di sektor sumber daya alam.
Obor Keadilan - Brigjen Irhamni, dalam kesempatan berbicara mengenai perkembangan kejahatan di sektor sumber daya alam dan lingkungan hidup, mengutarakan kekhawatiran mendalam terhadap semakin meningkatnya modus operandi pelaku kejahatan lingkungan yang terus berkembang dengan menggunakan teknologi terkini. Pejabat militer tingkat brigjen ini menekankan bahwa tantangan penegakan hukum di bidang lingkungan tidak lagi sekadar masalah konvensional, melainkan telah berkembang menjadi kejahatan yang terstruktur dan melibatkan aktor-aktor yang memiliki sumber daya signifikan. Irhamni menyatakan bahwa perlu adanya pembaruan strategi dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum untuk menghadapi kompleksitas permasalahan lingkungan di masa kini, termasuk dalam hal deteksi dini dan pencegahan tindak pidana lingkungan yang semakin canggih sistemnya.
Menurut Brigjen Irhamni, salah satu faktor penting yang menjadi kunci keberhasilan pemberantasan kejahatan lingkungan adalah adanya kolaborasi yang kuat dan konsisten antar berbagai aparat penegak hukum. Beliau menegaskan bahwa tidak ada satupun instansi yang dapat berdiri sendiri dalam mengatasi fenomena kejahatan lingkungan, mengingat luasnya wilayah geografis Indonesia dan kompleksitas jaringan pelaku kejahatan yang seringkali lintas jurisdiksi. Sinergi antar-instansi harus dibangun dengan dasar kepercayaan dan komitmen yang sama untuk melindungi aset-aset lingkungan dan sumber daya alam milik bangsa. Irhamni juga menekankan perlunya penguatan koordinasi antara kepolisian, kejaksaan, kementerian lingkungan, dan lembaga-lembaga terkait lainnya agar operasi penindakan dapat dilaksanakan dengan efisien dan berdampak signifikan terhadap pengurangan tingkat kejahatan lingkungan.
Brigjen Irhamni mengungkapkan bahwa strategi penindakan konvensional yang telah berjalan selama ini dirasa masih kurang optimal dalam menghadapi pola kejahatan lingkungan yang terus bermutasi. Oleh karena itu, beliau mengusulkan agar dilakukan penguatan pada aspek teknis investigasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang forensik lingkungan, dan pemanfaatan teknologi informasi terkini untuk memantau dan mengidentifikasi aktivitas ilegal di sektor lingkungan. Tidak hanya itu, Irhamni juga menekankan perlunya edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak lingkungan dan sumber daya alam.
Dalam konteks penegakan hukum yang lebih luas, Brigjen Irhamni melihat bahwa kejahatan lingkungan bukan hanya merupakan persoalan hukum semata, melainkan juga merupakan isu keamanan nasional yang strategis. Rusaknya ekosistem dan sumber daya alam akan berdampak pada stabilitas sosial ekonomi masyarakat luas dan mengancam ketahanan pangan serta air bersih generasi mendatang. Dengan alasan tersebut, Irhamni mengajak seluruh stakeholder, baik dari kalangan pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat sipil, untuk bersatu dalam misi besar melindungi lingkungan dari tindakan-tindakan ilegal dan destruktif. Komitmen bersama untuk meningkatkan integritas, profesionalisme, dan efektivitas sistem penegakan hukum lingkungan diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.
What's Your Reaction?