Aktivis Muda Nasional Putra Jendral Perang Poso Andi Baso Angkat Bicara Terkait Isu Provokasi Terhadap Bapak Jusuf Kalla
Obor Keadilan - Aktivis Muda Nasional bernama Muhammad Fithrat Irfan yang kita kenal vokal dalam pemberantasan korupsi dalam kasus suap DPD RI ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah putra tunggal dari Tokoh penting Deklarator Malino Kerusuhan Poso Tahun 1998 - 2001 Sulawesi Tengah. Beliau anak dari Almarhum Andi Baso Rustham Effendy Poso "Jendral Kerusuhan Poso" dari Pihak Muslim mewakili Tokoh Muhammadiyah Sulawesi Tengah. Mulai dari Kerusuhan Poso Jilid Pertama hingga Jilid Terakhir terlibat langsung dalam pertikaian tersebut. Sekaligus juga salah satu tokoh dari pihak muslim yang bersepakat berdamai dalam perjanjian Malino Poso tahun 2001 silam.
Irfan berpendapat bahwa ada pihak pihak diluar sana yang punya kepentingan politik besar terkait fitnah yang di tuduhkan kepada bapak jusuf kalla dan peristiwa ini terstruktur ada yang memberi komando.
Sebut saja merek Abu Janda, Ade Armando, Broron dan lain lain itu punya agenda lain terkait isu ini. Ada pihak yang sengaja mengedit video pidato ceramah bapak jusuf kalla dengan mengambil bagian video tertentu yang tidak utuh untuk menjatuhkan nama baik dan kehormatan bapak Jusuf Kalla. Terlihat saat ini Presiden Kita Bapak Prabowo Subianto mulai akrab terhadap Presiden dan Wakil Presiden Republik dari periode sebelumnya.
Ada pihak yang sengaja ingin merusak harmonisasi antar ex Pejabat Negara ini. Terlihat mereka hanya ingin membuat hubungan antar petinggi negara ini hanya satu poros saja.
Jangan kalian para Provokator Perusak Bangsa Dan Negara menjadikan Sara ( Agama, Suku, Ras ) sebagai alat untuk memecah belah anak bangsa sekaligus mantan Pejabat petinggi negara Republik Indonesia.
Dalam Konteks Panjang Video itu, Bapak Jusuf Kalla menceritakan kronologi yang terjadi di daerah konflik melalui ilustrasi kondisi saat itu konflik poso dan ambon yang melibatkan entitas agama tertentu di Indonesia.
Ya, pada saat itu memang dari pandangan mereka seperti itu karena diliputi hawa nafsu yang berlebihan menurut Muhammad Fithrat Irfan putra dari Almarhum Andi Baso Jendral Perang Kerusuhan Poso. Masing-masing dari kondisi psikis pelaku terbangun melalui paradigma dan prespektif masing masing dalam hal 2 kubu yang bertikai semua merasa pandangan mereka benar menurut sudut pandang masing masing.
Banyaknya korban jiwa pada saat itu sampai pada jumlah menyentuh ribuan dari pihak yang bertikai islam maupun kristen membenarkan pikiran paradigma dan prespektif mereka masing masing. Orang tua mereka, anak mereka, istri mereka, sodara mereka, tetangga mereka pun saling membantai hanya demi hawa nafsu yang buta. Mewakili Entitas agama tertentu di Indonesia yang bertikai pada konteks kerusuhan poso dan ambon.
Itulah yang di Maksud Bapak Jusuf Kalla sebagai tokoh penengah perdamaian yang menginisiasi perdamaian konflik poso dan ambon pada saat itu berada di tengah untuk kepentingan bersama dan menyudahi konflik yang berkepanjangan. Pada saat itu Bapak Jusuf Kalla menjabat menjadi Menko Kesra ( Mentri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia Pada Tahun 2001).
Pesan terakhir dari Aktivis Muda Nasional Muhammad Fithrat Irfan Jangan biarkan kita sesama anak bangsa di adu domba hanya untuk kepentingan politik , partai dan kekuasaan. Ada isu besar yang mereka sembunyikan dari berita hoax dan adu domba antar sesama anak bangsa. Terimakasih, Tutup Irfan.
What's Your Reaction?