HEADLINE

Cerita Dibalik Rencana Penggusuran Lapak PKL Ranu Grati ,Pasuruan Oleh WasDal Jatim

/

Redaksi / Minggu, 05 Agustus 2018 / 09:51 WIB

Sebarkan:
Cerita Dibalik Rencana Penggusuran Lapak PKL Ranu Grati ,Pasuruan Oleh WasDal Jatim

MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN l Pasuruan ,Kedatangan Tim investigasi pengawasan dan pengendalian,Wasdal pengairan propinsi Jawa timur 31 Juli 2018 lalu di kecamatan Grati kabupaten Pasuruan menyisahkan cerita di kalangan pedagang kaki lima ,PKL .sekitar area Ranu grati.pasalnya kedatangan Tim dari PU bidang sumber daya air ,SDA.Propinsi Jawa timur tersebut akan melakukan penertiban lapak lapak yang berdiri sekian tahun di area tersebut.

Sekedar diketahui kedatangan Tim Wasdal propinsi Jawa timur yang diketuai Ruce ,kepala bidang SDA  Minggu lalu di kantor kecamatan Grati kabupaten Pasuruan dalam rangka akan melaksanakan normalisasi area Ranu Grati untuk mengembalikan fungsi sebagaimana mestinta.

" Setelah rapat di UPT .Pengairan propinsi yang ada di Pasuruan,  Ada usulan dari polres maupun pemerintah setempat  agar kami melakukan sosialisasi terhadap masyarakat untuk menghindari  masalah masalah ketika program normalisasi ini kita lakukan.ujar Ruce , Kami selaku tim Wasdal akan melakukan pekerjaan normalisasi karena petani petani dibawah sangat membutuhkan irigasi apalagi ini menghadapi musim kemarau sementara air dibawah tidak mencukupi , maka pekerjaan normalisasi pengairan Ranu grati ini sangat mendesak .mengenai usulan usulan  dari berbagai pihak kami tetap mendengarkan bahwa terhadap pedagang pedagang yang terdapat di sisi tempat yang terkena normalisasi akan ditertibkan dan di tata kembali . Tentunya untuk ijin kepada pihak dinas PU bidang sumber daya air, SDA .Propinsi jawatimur . ijin tersebut bisa melalui kelompok atau paguyuban " murah kok sekitar kurang lebih Rp. 1000 /meter selama satu tahun . Namun dengan syarat harus menjaga kebersihan saluran sungai dan itupun tidak boleh bangunan permanen , harus bongkar pasang .tegas Ruce 

Sementara Astutik , salah satu pemilik kios di atas aliran sungai Ranu grati dikonfirmasi media obor keadilan mengatakan bahwa dirinya tidak mau membongkar kios miliknya , karena kios yang digunakanya berjualan kopi dan  gorengan itu selama ini yang bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya , karena dia harus menanggung hidup keluarga dengan dua orang anak yang masih di bangku sekolah SD .

 Sedangkan sang suami hanya kuli batu yang kadangkala kerja namun sering menganggur karena tidak ada yang menggunakan tenaganya jika tidak ada bangunan .ujar Astutik dengan raut wajah gundah . Sejalan dengan Astutik , Suhul pria yang turut hadir di pendopo kecamatan Grati sangat Geram mendengar rencana normalisasi area Ranu Grati " saya tidak akan terima penggusuran ini ,siapapun yang berani melakukan penggusuran ini, dia akan berhadapan dengan saya .ujar pria paruh baya yang juga mantan kepala desa itu dengan muka marah sewaktu dikonfirmasi koran ini .

Hadir dalam acara sosialisasi tersebut kepala bidang sumber daya air propinsi jawatimur , UPT SDA kabupaten Pasuruan Bodi , Satpol-PP kabupaten Pasuruan , Kapolsek grati ,dan juga jajaran pemerintah kecamatan Grati serta pemerintah desa. Zainal
[5/8 08.58] Yuni Editor Obor Keadilan: Tim Wasdal propinsi jawatimur saat audensi dengan warga sekitar Ranu Grati -Pasuruan

Penanggung Jawab Berita :  Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI