|

Konflik Partai Buat Jokowi Sering Lupakan Ekonomi Masyarakat

Foto : Presiden Joko Widodo saat Kunjungan Kerja ke Meden (Dok. Obor Keadilan)

JAKARTA | Media Nasional Obor Keadilan | Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ ) Ubedilah Badrun menilai saat ini, pemerintahan Jokowi - JK lebih sering mengurusi konflik partai politik ketimbang memikirkan urusan kesejathteraan rakyat.

Hal itu pula, kata Ubed, yang membuat saat ini kondisi ekonomi Indonesia tidak stabil dan berdampak pada tingginya pengangguran di Indonesia. Padahal pembangunan Infrastruktur gencar dilakukan di era Jokowi - JK.

Untuk diketahui, beberapa kalangan mencatat bahwa data penyerapan tenaga kerja dari sektor konstruksi masih sangat kecil. Tak hanya itu, penyerapan tenaga kerja oleh sektor ini juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tiga tahun padahal di era Jokowi - JK pembangunan sangat masif dilakukan.

"Jadi fokus bagaimana membenahi kebutuhan atau ekonomi rakyat. Di sini kan ada kesan juga, pemerintah hanya membenahi hubungan elite, jadi terganggu kan. Karena, terganggu, pemerintah sebenarnya tidak efektif karena hanya membenahi partai. Setidaknya ada yang terabaikan," ujar Ubed di Jakarta, Sabtu (2/12/2017).

Dengan kondisi demikian, lanjut Ubed, ambisi besar pemerintah dengan target infrasturktur tidak didukung dengan kinerja menteri yang optimal. Karena, menteri sudah sibuk dengan masalah internal partai.

Padahal, tegas Ubed, dukungan politik ini menjadi penting untuk menjalankan pemerintahan menjadi lebih efektif.Kalau dukungan makin melemah, maka pemerintahan juga tidak akan efektif.

"Salah satu problemnya adalah pemerintah mengejar target infrastruktur, tapi kemudian tidak mampu menciptakan lapangan kerja baru. Saya kira itu pekerjaan rumah  penting bagaimana kemudian politik seharusnya tidak lagi dipisahkan," tandas Ubed. (K3)

Editor : Redaktur
Komentar

Berita Terkini