![]() |
| Foto Istimewa |
Demonstran mayoritas tidak bersenjata menghadapi respons keras dari pasukan keamanan, termasuk tembakan langsung dari pasukan khusus, sniper dari atap gedung, dan penggunaan senjata otomatis. Laporan dari organisasi hak asasi seperti Hengaw, NCRI (National Council of Resistance of Iran), dan Iran International menyebutkan korban tewas terus bertambah. Estimasi nasional sejak awal Januari mencapai lebih dari 2.000 (beberapa sumber seperti Iran International melaporkan hingga 12.000–20.000 korban jiwa), dengan ribuan lainnya terluka parah akibat luka tembak di kepala, leher, dan dada.
Berikut video Malam di Ibu kota Iran menjadi saksi demonstrasi massal terbesar dalam gelombang protes nasional yang telah berlangsung sejak akhir Desember 2025.
Situasi semakin sulit dipantau karena pemadaman internet nasional total sejak 8 Januari 2026 (sudah lebih dari 120 jam), yang membatasi aliran informasi. Meski begitu, video bocor dan kesaksian diaspora menunjukkan kerumunan besar, bentrokan sporadis, serta mayat-mayat di rumah sakit dan gudang mayat yang overload. Rezim juga dilaporkan menyita antena satelit dan rekaman CCTV untuk mencegah penyebaran bukti.
Protes ini bermula dari krisis ekonomi parah: nilai rial anjlok drastis hingga lebih dari 1,4–1,47 juta rial per USD (rekor terendah sepanjang sejarah), inflasi ekstrem pasca-perang regional, sanksi internasional, dan mismanagement pemerintah. Dari demo ekonomi, tuntutan berkembang menjadi perubahan politik total: pengakhiran Rezim Islam.
Di tengah kekerasan brutal, keberanian massa tetap menginspirasi dunia—mereka kembali turun ke jalan dalam jumlah lebih besar setiap malam meski menghadapi risiko mati. Pernyataan dukungan datang dari Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan "keep protesting, help is on the way" dan membatalkan pertemuan dengan pejabat Iran, sambil mengancam intervensi jika pembunuhan berlanjut. Komunitas internasional, termasuk Uni Eropa dan PBB, mengecam pelanggaran HAM dan khawatir akan potensi pembantaian massal di balik blackout komunikasi.
Sumber: CNN, Al Jazeera, The Guardian, New York Times, Iran International, Wikipedia (2025–2026 Iranian protests), NCRI, Hengaw, ISW, serta kesaksian saksi mata di platform X dan media diaspora.
Obor Keadilan terus memantau situasi ini. Rakyat Iran sedang berjuang demi kebebasan—dunia tak boleh diam. Semoga keadilan segera tegak. 🇮🇷🕊️ #IranProtests #StandWithIran #WomanLifeFreedom
