|

Baru Setahun Bangunan Taman Kelurahan Ratu Jaya Depok Hancur Berantakan, Warga: Minta Idris Panggil PPK dan Kontraktor

Depok-Jawa Barat | Media Nasional Obor Keadilan- Minggu (18/07-21), Sebuah pembangunan persis didepan kantor kelurahan Ratu Jaya Kota Depok rusak parah padahal baru selesai dan berusia dua tahun.

Bangunan taman bermain ini merupakan salah satu upaya Pemkot Depok untuk menjaga keseimbangan alam dalam konsep go green yang dinamai RTH (ruang terbuka hijau). Bertujuan untuk tempat berekreasi keluarga setiap kelurahan sekaligus mempertahankan penghijauan paru-paru kota.

Pantauan media Oborkeadilan.com pada sore jumat (17/08-2021) bangunan ini tampak dipasangi "garis link polpp" lengkap spanduk pemberitahuan ditutup untuk publik. Walaupun ada larangan warga sekitar tampak memadati taman bermain tersebut.

Media ini mendapati kenyataan bahwa beberapa fasilitas sudah hancur berantakan. 

Diantaranya salah satu tempat duduk warga diatasnya lengkap tiang ber atap layaknya gazebo, namun atap Gazebo ini susah tercabik-cabik hanya sisa 1/4 dari yang ada.

KESAKSIAN WARGA SETEMPAT

"Ini atapnya pasti dipasang qualitas yang abal-abal, masak atap plastik murahan gitu ? Ujar salah satu bapak-bapak yang pas lagi bawa anaknya balita jalan jalan."Itu lagi sudah rusak, sambil menunjuk ke arah alat olah raga bentuk gowes, susah ancur pak besi pada copot, ngeri kalau anak remaja menggunakan tangannya bisa putus kejepit besi baja yang terkoer-koer itu, bener-bener dah buat kecewa padahal baru tahun kemarin dan jarang dipake karena korona.

Lain lagi penjelasan seorang ibu warga persis belakang taman, itu pak ada kali (sungai kecil) ditengah taman juga jorok banyak sampah bahkan ketika turun hujan sering banjir, imbuhnya. Noh ayunan pak tadi ada dua gantungan (dudukan) tapi sudah lenyap dicuri orang ga tau siapa yang ambil bisa jadi kontraknya asal masang sehingga gampang dicopot dicuri. Kami berharap pak Wali kota turun tangan memperhatikan nasib kami warga Ratu Jaya ini, tambah ibu yang tak mau nama dan alamat rumahnya disebut.

Media ini mencoba klarifikasi sembari mengirimkan gambar fasilitas yang rusak ke salah satu pejabat Dinas Lingkungan hidup selalu OPD yang mengawasi RTH, namun ibu ini tidak merespon ketika dihubungi via Whatsapp no +62 812-9473-2*** ibu "E" yang dikenal pernah menjabat di Kantor Kadis DLHK (Dinas Lingkungan Hidup) yang akhir-akhir ini menjabat di UPT.

Informasi Tambahan:

"Sumber anggaran proyek dari APBD Depok 2019, dikerjakan CV Mars Joya Perkasa, konsultannya tertera CV Ertiga.

Nilai anggaran Rp 976.228.000,00 (sembilan ratus tujuh puluh enam ribu dua ratus dua puluh delapan ribu rupiah)."

Obor Panjaitan Ketua IPAR Ikatan Pers Anti Rasuah Yang juga pemred media nasional Oborkeadilan.com pada kesempatan ini menyampaikan hak aspirasinya sebagai sosial control, meminta kepada pihak aparat penegak hukum juga inspektorat agar melakukan pemeriksaan terhadap PPK, Kontraktor sebab pada desember 2019 pun saya susah melihat ini bangunan tidak baik-baik saja.

Mohon juga walikota selaku penanggung jawab ABPB kota Depok agar memanggil Kontraktor dan PPK, Kepala Dinas terkait agar meminta bangunan itu diperbaiki.

Kenapa pemkot Depok mau membayar kontraktor dengan kualitas hancur macam ini ? Berapa setoran Suap diberikan kontraktor kepada para oknum? Pertanyaan asumsi rakyat harus terjawab demi rasa keadilan dan kepastian hukum mengingat ini anggaran uang rakyat bukan duit perorangan.

Kepala DLHK Kota Depok Etty Suryahati, di Balai Kota Depok, Senin (27/8-2018) lalu pernah menjelaskan; pembagunan taman sudah menjadi program DLHK Kota Depok yakni pembangunan satu taman satu kelurahan. Pada 2017 sudah terbangun 21 taman yang tersebar di 11 kecamatan.

"Untuk tahun ini, rencana ada 12 taman yang dibangun. Sebagian sudah terbangun dan diresmikan, sebagian lagi masih dalam tahap pembangunan atau pun pembebasan lahan," terang Etty.

Dia menambahkan, pada 2019 pengadaan taman direncanakan sebanyak 15 titik lokasi. Sehingga jika diakumulasi, ada sebanyak 48 taman terbangun sampai tahun 2019 dari 63 kelurahan di Kota Depok.

"Insya Allah, jika tidak ada kendala 2019 sudah ada 48 taman terbangun. Pada 2020 dan 2021, kami akan bangun 15 taman lagi. Jadi totalnya di Depok akan terbangun 63 taman di 63 kelurahan," paparnya.

(Obor Panjaitan)

Komentar

Berita Terkini