|

23 Orang WBP Rutan Kelas IIB Tarutung Kanwil Kemenkumham Sumut Divaksin Lagi

Kepala Puskesmas Sitada-tada, Roida Skm menjelaskan dari sisi kesehatan setidaknya terdapat tiga alasan penting kenapa harus dilakukan vaksinasi booster. “Ada kecenderungan penurunan jumlah antibodi sejak enam bulan pasca vaksinasi, terutama di tengah kemunculan varian-varian COVID-19 baru, termasuk varian Omicron; sebagai bentuk usaha adaptasi masyarakat hidup di masa pandemi COVID-19 demi kesehatan jangka panjang, serta memenuhi hak setiap orang Indonesia untuk mengakses vaksin demi perlindungan diri dan komunitas,” jelas Roida.
Media Nasional Obor Keadilan| Taput I Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung Kanwil Kemenkumham Sumut jalani vaksinasi Coronavirus disease (COVID-19) lanjutan, Selasa (22/3/2022) bertempat di aula Rutan Kelas IIB Tarutung. Pelaksanaan vaksinasi bekerjasama dengan Kodim 0210/TU dan Puskesmas Sitada-tada.

“Demi percepatan vaksinasi COVID-19, kami lakukan pendataan terhadap 23 Orang WBP yang sudah maupun yang belum menjalani vaksinasi, baik dosis I dan II, guna mendapatkan vaksin booster,” terang Kepala Pengamanan Rutan, Muhammad Nurdin Tanjung.

Kegiatan diawali dengan skrining guna memastikan kondisi tubuh dan riwayat penyakit yang pernah diderita sehingga benar-benar aman untuk dilakukan vaksinasi. “Walau sudah divaksin, saya berharap WBP tetap jalankan protokol kesehatan dengan baik, selalu memakai masker saat berkomunikasi dengan petugas, dan menjaga kesehatan agar tetap sehat,” terang M. Nurdin Tanjung.

Lebih lanjut, Kepala Pengamanan Rutan Muhammad Nurdin Tanjung menjelaskan, vaksinasi yang dilakukan sebagai langkah mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang saat ini angka penularannya makin tinggi. “Tetap dukung dan jalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sitada-tada, Roida Skm menjelaskan dari sisi kesehatan setidaknya terdapat tiga alasan penting kenapa harus dilakukan vaksinasi booster. “Ada kecenderungan penurunan jumlah antibodi sejak enam bulan pasca vaksinasi, terutama di tengah kemunculan varian-varian COVID-19 baru, termasuk varian Omicron; sebagai bentuk usaha adaptasi masyarakat hidup di masa pandemi COVID-19 demi kesehatan jangka panjang, serta memenuhi hak setiap orang Indonesia untuk mengakses vaksin demi perlindungan diri dan komunitas,” jelas Roida.

“Dengan vaksinasi booster, semoga WBP lebih memiliki imun dalam pencegahan COVID-19," harap Kepala Pengamanan Rutan, Muhammad Nurdin Tanjung.

Ia juga mengingatkan seluruh WBP menjaga kesehatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, mengonsumsi vitamin, berolahraga, dan menjaga kebersihan lingkungan Rutan. “Terima kasih Kepada Kodim 0210/TU dan Puskesmas Sitada-tada atas kerja sama dan sinerginya dengan kami dalam kegiatan vaksinasi booster ini sehingga berjalan dengan aman dan tertib," pungkasnya Muhammad Nurdin Tanjung.(Reno H)

Komentar

Berita Terkini