HEADLINE

Andi Mulyati SE : Pimpinan RS AR Bunda Lubuk Linggau Menginjak Dan Cabik-cabik UU PERS

/

Redaksi / Minggu, 20 Januari 2019 / 23:36 WIB

Sebarkan:

Andi Mulyati SE Pimred Media Nasional Sorot Keadilan 

Jakarta | Oknum Direktur Rumah Sakit AR Bunda  Menginjak Dan Mencabik Cabik UU Pers No 40 Tahun 1999 oleh Kepala Rumah Sakit  AR Bunda.

Demi mempertahankan ego sombong nya Direktur Rumah Sakit AR Bunda, mengambil keputusan penyelesaian terkait pemberitaan atau media yang menulis perbuatan busuk dirinya langsung melaporkan media tersebut kepihak berwajib ( polisi ).

Sedangkan sesuai surat MoU Dewan Pers dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia ( MABES POLRI ), maka setiap pemberitaan  mendapatkan hak jawab sebagaimana telah di tetapkan dalam Undang - Undangan pers tentang Pers.
Tapi malah Direktur Rumah Sakit AR Bunda bukan memberikan hak jawab atau mengkralifikasi malah memaksakan diri nya melaporkan media yang memberitakan diri nya kepihak kepolisian .

Sebelumnya sebagai jurnalis Awak Media sudah mentaati aturan sesuai kode etik 5W+1H dengan melakukan konfirmasi terlebih dahulu terhadap pihak - pihak terkait dengan kasus tersebut khususnya kepada pelayan Rumah Sakit sebelum berita ini di turunkan.
Sangat memalukan dan sangat Lucu lagi direktur rumah sakit bukannya mengambil hak jawab sebagai Pimpinan Rumah Sakit AR Bunda, Namun dirinya dengan  sengaja menginjak injak UU Pers No 40 Tahun 1999 yang telah di tetapkan  dan harus di patuhi atau di pakai dalam menyelesaian setiap pemberitaan.

Menanggapi sikap arogan dan sombong nya direktur rumah sakit maka seakan memaksakan Kasus pemberitaan dirinya ke rana Hukum dengan mengatas namakan pencemaran nama baik ( ITE ) Tanpa memperdulikan adanya UU Pers yang sudah di tetapkan oleh Dewan Pers.
Menanggapi prilaku tak senonoh yang di lakukan oleh direktur rumah sakit .

Andi Mulyati, SE selaku Pimpinan Redaksi ( Pimpred ) Media Nasional Sorot Keadilan melàyanagkan pesan singkat nya melalui WhatsApp  Pimpred Media Nasional Sorot Keadilan dalam pesan nya mengajak Kuli Tinta para Jurnalis yang ada di seluruh Indonesia Dari Sabang Sampai Merauke  kiranya memberitakan berita tersebut , agar jangan ada lagi manusia yang menginjak injak UU Pers ," Ucapnya
Masih Lanjut Hal ini adalah bentuk perlawanan insan pers kepada direktur rumah sakit  yang sengaja menginjak injak Keadilan serta aturan mekanisme  Hukum yang berlaku dalam penyelesaian pemberitaan, " Tutupnya.

Dilain sisi Galih selaku Kepala Perwakilan ( Kaperwil ) Riau Media RiauInvestigasi.com sangat kesal dengan perbuatan seorang Pejabat utama rumah sakit.
Menurutnya masalah pemberitaan mencemarkan nama baik seseorang selalu saja langsung di paksakan ke dalam UU ITE tanpa mematuhi atau penyelesaian dengan menggunakan  UU Pers No 40 Tahun 1999 guna di gunakan sebagai mekanisme Pers.
Masih lanjut Galih anehnya lagi Aparat Kepolisian yang menerima laporan tersebut pun seakan akan tak menghargai MOU Dewan Pers dengan Kapolri serta Surat Edaran Mahkamah Agung tentang  SEMA No. 13 Tahun 2008  terkait penyelesaian Sengketa pemberitaan malah diduga terkesan seperti sengaja ikut memaksakan menggiring sengketa pemberitaan ke dalam pelanggaran UU ITE tanpa terlebih dahulu mengikuti aturan UU Pers yang seharusnya dijadikan sebagai  mekanisme dalam menyelesaikan masalah setiap pemberitaan. 

Bahkan hal tersebut juga ditegaskan oleh Hinca IP Panjaitan. Oleh karena itu dalam menjalankan kegiatan jurnalistiknya, wartawan tidak dapat dihukum dengan menggunakan KUHP sebagai suatu ketentuan yang umum (lex generali). Dalam hal ini berlakulah asas yang universal berlaku, lex specialis derogate legi generali. Ketentuan khusus mengesampingkan ketentuan yang umum.

Sebagaimana ditulis dalam artikel Aparat Penegak Hukum Diminta Merujuk pada SEMA No. 13 Tahun 2008, berdasarkan SEMA No. 13 Tahun 2008 dalam penanganan/pemeriksaan perkara-perkara yang terkait dengan delik pers, majelis hakim hendaknya mendengar/meminta keterangan saksi ahli dari Dewan Pers, karena merekalah yang lebih mengetahui seluk beluk pers tersebut secara teori dan praktek ," Jelasnya.(*)

Editor : Redaktur


Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI