HEADLINE

Peti Eskan Korupsi Anies Rp 146 M Saat Mendikbud, 5 Komisioner KPK Akan Dilaporkan Andar Situmorang.SH

/

Redaksi / Jumat, 09 November 2018 / 20:48 WIB

Sebarkan:
Ket Gambar : Terkait mandeknya proses penanganan kasus korup Rp 146 Milyard yang diduga pelakunya Anies Baswedan. (Doc : Obor Keadilan) 

MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN | JAKARTA | Jumat ( 09/11 ), Terkait mandeknya proses penanganan kasus korup Rp 146 Milyard yang diduga pelakunya Anies Baswedan semasa menjabat Mendikbud membuat Andar Situmorang SH geram dan kesal atas kinerja KPK.

Untuk itu saya akan Laporkan ke 5 komisioner KPK ini ke Ranah Hukum.
Ditanya soal pasal tuduhan apa kepada ke 5 komisioner KPK tersebut,?

"Akan bila  tidak segera di proses dosa nya Anies .....kpk lakukan kejahatan jabatan.pembiaran pidana korupsi  di maksud dalam pasal 421 Kuhp" pungkas Andar ke media nasional Oborkeadilan.com jumat (9/11-2018).

Andar M Situmorang, SH Directur Executive GACD bertanya motivasi apa  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mem peti es kan penyidikan perkara korupsi uang rakyat  146 M  biaya  pameran buku di Frankfurt, Jerman, dengan terlapor Anis Baswedan yang saat ini Gubernur DKI Jakarta , Anies dilaporkan atas dugaan korupsi penyimpangan kegiatan saat ia masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Pihak KPK sendiri membenarkan adanya laporan tersebut. Namun, KPK sampai detik ini belum menindak lanjuti pemeriksaan perkara aduan GACD tersebut tanpa alasan yang berdasarkan undang-undang  dalam  hal ini KPK  dapat dituntut melakukan KEJAHATAN JABATAN dimaksud Pasal 421 KUHP.

Sudah lama beredar bukti surat laporan  GACD ke KPK terhadap Anies Baswedan jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atas dugaan korupsi dana sebesar Rp 146 miliar, atas pelaksanaan book fair di Frankfurt tanggal 14 – 18 Oktober 2015. Kala itu, Anies masih menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada perhelatan kala itu Anis Baswedan Dianggap Punya Agenda Gelap Bau PKI.

Ketika Anies Baswedan jadi menteri pernah ada demo agar Anies Baswedan dicopot dari jabatannya sebagai Mendikbud karena dinilai telah menjadi antek komunis.

Koordinator aksi Imbran Loilatu mengatakan, ada agenda gelap yang dibawa oleh Anies Baswedan dalam ajang Frankfurt Book Fair 2015. Dalam acara yang digelar dari tanggal 14 – 18 Oktober 2015 tersebut akan dipamamerkan kebudayaan asli Indonesia. Tapi  agenda tersebut akan disusupi pembahasan dan pameran peristiwa kasus HAM seperti G30S/PKI tahun 1965.

Karena Dianggap Antek Komunis, Anies Baswedan Didemo GPPI pada
Selasa (13/10/2015) siang silam .
Kala itu Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Penyelamat Indonesia (GPPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jl Gatot Subroto, Jakarta.

Mereka mendesak agar Anies Baswedan dicopot dari jabatannya sebagai Mendikbud karena dinilai telah menjadi antek komunis.

Koordinator aksi Imbran Loilatu mengatakan, ada agenda gelap yang dibawa oleh Anies Baswedan dalam ajang Frankfurt Book Fair 2015. Dalam acara yang digelar dari tanggal 14 – 18 Oktober 2015 tersebut akan dipamamerkan kebudayaan asli Indonesia. Tapi  agenda tersebut akan disusupi pembahasan dan pameran peristiwa kasus HAM seperti G30S/PKI tahun 1965.

“Ini akan berdampak keras bagi Indonesia. Terlebih lagi, pameran sastra dan budaya yang mengangkat kekerasan G 30 S/PKI pada tahun 1965 tersebut akan menghidupkan perspektif pro dan kontra baru tentang penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu,” kata Imbran.

Imbran menuturkan, agenda besar internasional itu harusnya meningkatkan nilai pariwisata dengan budaya khas Indonesia. Namun dengan membawa konten yang tidak sesuai dengan rencana awal tersebut maka agenda gelap tersebut harus batal dilaksanakan karena akan mencoreng wajah Indonesia di muka internasional.

“Kalau bisa kita cegah. Uang Rp 146 Milyar itu tidak sedikit, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan kebudayaan dan pariwisata asli daerah-daerah di Indonesia. Bukan justru malah digunakan untuk mempermalukan bangsa sendiri di forum internasional seperti itu,” tegasnya.

Lebih lanjut Imbran mengatakan, jika agenda terselubung itu dilakukan, maka pihaknya menduga Mendikbud Anis Baswedan adalah antek PKI. Oleh karena itu pihaknya meminta Anis Baswedan untuk segera melepaskan jabatannya sebagai Menteri di Kabinet Kerja terangnya pada media.

Frankfurt Book Fair 2015. Berlangsung di Frankfurt Buchmesse (FBM) itu akan berlangsung pada tanggal 14 – 18 Oktober 2015. Menurut informasi yang dikutip dari Antara, dalam agenda tersebut juga akan ditampilkan beberapa pertunjukan budaya khas Indonesia yakni tarian tradisional, pameran buku, pameran alat kesenian daerah, kostum tradisional serta pemutaran film.

Diantara yang akan diputar adalah yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata yakni “Laskar Pelangi“. Terlebih lagi novel tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman pada tahun 2013 lalu. Untuk menghadiri agenda besar tersebut, Kemendikbud juga sudah mencairkan anggaran hingga 10 juta euro atau sekitar Rp 146 Milyar. (obor panjaitan)

Disadur dari : SotardugaNews
Di Edarkan : MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI