HEADLINE

Mantan Kombatan GAM Hancurkan dan Segel Kantor DPW PA

/

Redaksi / Sabtu, 25 Agustus 2018 / 14:52 WIB

Sebarkan:
Caption : Puluhan mantan kombatan GAM yang tergabung dalam KPA/PA Aceh Selatan protes dan menyegel kantor DPW PA. 








MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN  | ACEH SELATAN |  Puluhan anggota KPA dan PA wilayah Lhok Tapaktuan melakukan aksi penolakan pengangkatan Muklis alias Nek Rayeuk   sebagai Ketua KPA Lhok Tapaktuan yang baru dengan menyerbu kantor dewan pimpinan wilayah (DPW) Partai Aceh (PA) yang berada di jalan Jenderal Sudirman, Gampong Hilir, Kecamatan Tapaktuan, Jumat (24/08/2018).

Diketahui, keputusan Muklis alias Nek Rayeuk sebagai Ketua KPA wilayah Lhok Tapaktuan yang ditetapkan melalui surat angkee limboi : 07/KPA/VIII/2018 dikeluarkan oleh ketua KPA Pusat Muzakir Manaf tertanggal 06 Agustus 2018 tanpa melalui musyawarah dan mufakat sehingga mendapat protes keras dari sejumlah anggota KPA dan PA.

Massa yang datang untuk melakukan aksi penolakan tiba-tiba meradang. Mereka berang, meja dan kursi menjadi sasaran pelampiasan amukan yang berujung pada perusakan fasilitas dan penyegelan kantor DPW-PA.
Suasana kantor yang dalam keadaan kosong tak beraktifitas tiba-tiba riuh dan berhamburan isinya keluar dikarenakan aksi para mantan kombatan GAM itu yang membabi buta melempar meja dan kursi hingga hancur.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes keras atas keputusan yang dikeluarkan Muzakkir Manaf alias Mualem dengan melakukan pergantian ketua KPA Aceh Selatan tanpa terlebih dahulu mengedepankan musyawarah untuk mufakat dengan sagoe-sagoe serta petinggi PA yang ada dalam wilayah Lhok Tapaktuan. 

"Kami tolak dan tidak setuju atas penunjukan langsung Nek Rayeuk sebagai ketua KPA Asel yang baru oleh ketua pusat tanpa adanya musyawarah internal KPA Lhok Tapaktuan," tegas Pangsagoe Kluet Timur Ibrahim (40) yang ikut serta melakukan aksi.
Sedangkan dulu, kata Ibrahim, pada saat pengangkatan ketua KPA yang lama yaitu Ilhafa Manaf terlebih dahulu dilakukan musyarawarah dengan para sagoe dan petinggi PA Aceh Selatan.

"Ya anggota tidak terimalah dan tersinggung atas hasil keputusan yang tidak melalui musyawarah, kitakan punya aspirasi juga makanya terjadi seperti ini," ucapnya.

Ibrahim dan Pangsagoe lainnya seperti Ismail (35) juga mengungkapkan bahwa sebelum pergantian ini dilakukan, pihak KPA wilayah Lhok Tapaktuan telah sepakat mengusulkan nama lain sebagai pengganti ketua KPA lama.

"Padahal sebelumnya kami sudah membicarakan dan mengantongi nama lain untuk diusulkan sebagai pengganti ketua lama melalui musyawarah dan mufakat," bebernya.

Lanjut Ibrahim, keinginan pihak KPA Lhok Tapaktuan saat ini agar Muzakkir Manaf bisa duduk bersama secara profesional membahas siapa yang ditunjuk sebagai ketua KPA yang baru.

"Kami minta Muzakkir Manaf turun ke Aceh Selatan untuk musyawarah dan mufakat dan membatalkan saudara Muklis atau Nek Rayeuk sebagai ketua KPA yang baru," tuturnya.

Anggota KPA, Pang Sagoe dan Tuha Puet PA wilayah Lhok Tapaktuan menyampaikan tuntutan yaitu untuk membatalkan dan menolak surat SK yang dikeluarkan oleh ketua KPA Pusat Muzakir Manaf alias Mualem terhadap pengangkatan Muklis alias Nek Rayeuk sebagai ketua KPA wilayah Lhok Tapaktuan.

Sebelum permintaan dan tuntutan ditanggapi untuk diselesaikan oleh pengurus KPA pusat, para KPA dan PA Aceh Selatan akan boikot mengikuti kegiatan dan perintah dari pimpinan atau ketua yang baru ditunjuk. Begitu juga halnya dengan kantor DPW-PA Aceh Selatan agar jangan ada aktivitas apapun. 

Pantauan media, setelah melakukan aksi penolakan, puluhan anggota KPA dan PA membubarkan diri dan satu persatu meninggalkan lokasi kantor DPW-PA Aceh Selatan yang telah porak-poranda dan hancur berkeping-keping.()

Editor : Redaktur
Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI