HEADLINE

Kematian Mince Tidak Ada Hubungan Dengan Penutupan Puskesmas Kalunan

/

Redaksi / Selasa, 01 Mei 2018 / 17:19 WIB

Sebarkan:
Foto : Mobil Ambulance yang menghantar alm.Mince saat di rujuk dari puskesmas ke RSUD

KALABAHI - NTT | Media Nasional Oborkeadilan.com- Sekda Alor, NTT, Hopni Bukang, SH, menegaskan, kematian alm Mince Tina Manijeni dan bayinya, tidak ada kaitan dengan penutupan Puskesmas Kalunan.

“Terkait dengan Mince dan anaknya meninggal, tidak ada hubungan dengan soal penutupan Puskesmas Kalunan”,ujar Hopni, di ruang kerjanya, Kantor Bupati Alor, Senin, (30/4/2018),

Dia meminta “wartawan harus juga klarifikasi minta keterangan keluarga alm Mince Tina Manijeni”, Dilanjutkannya,
“Harus klarifikasi dengan keluarga dan suaminya, karena suaminya sendiri menerima kematian ini dengan lapang dada,  ini adalah kesalahan kami (Mince dan suaminya) juga,” katanya.
Hopni menjelaskan,”petugas kesehatan di Eybiki sudah berupaya merawat dan menemani pasien Mince dengan baik,

Lanjut Hopni, “Bidan sampai di Pdailaka, melihat rahim pasien sudah terbuka, di minta untuk segera ke Puskesmas. Namun pasien dan keluarganya tidak mau.”Mereka (pasien dan keluarganya-red) bilang kami tidak mau ke Puskesmas. Kami masih tangani secara kampung dulu (dukun-red). Nah, budaya kita di kampung seperti itu,” ucapnya sambil menyebut mendapat informasi itu dari bidan Elsa yang bertugas di Eybiki.

Walau begitu, bidan Elsa, kata Hopni, terus mendesak agar pasien segera di antar ke Puskesmas Kalunan untuk bersalin. Pasien tetap bersih keras tidak mau ke Puskesmas.

“Terpaksa bidan mendesak,mari kita ke Puskesmas. tuba di Puskesmas,sudah siapkan surat rujukan ke RSUD Kalabahi. Ini pun tarik ulur sampai jam 4. Karena jam 1, suaminya masih kembali ambil pakaian ganti dan Askes. Jam 5 baru mereka berangkat ke Kalabahi,” kata Hopni.

Antara Kalunan dan Kamaifui, ujar Hopni, ada longsoran, sehingga mobil ambulance sulit melewati lokasi itu.Tiba di Kamaifui, baru mereka di jemput ambulance RSUD.

“Hambatan di situ sampai dengan 3 jam. Bidan tetap memeriksa pasien, janinnya semakin tidak stabil. Barulah (hubungi) call center ambulance RSUD, jemput.

Sampai di Mainang baru di jemput ambulance call center. Tiba di RSUD sekitar jam 1 (dini hari). Ini soal topografis kita,” katanya lagi.

Hopni mengaku, pelayanan medis berjalan dengan sangat baik, hingga pasien tiba di RSUD.
“Mana yang tidak ada pelayanan? Orang (bidan) pendampingan dari Pustu Eybiki sampai Pdailaka jalan kaki siap fasilitasi sampai di sini (RSUD), apanya yang ditutup? Tenaga medis mana yang tidak dampingi? (Silahkan) periksa lapangan,” ujar Mantan Kadis PKAD Alor itu.

“Tiba di RSUD, ibu bidan bilang masih di lakukan observasi sebelum operasi, janinnya itu sudah meninggal. Barulah dilakukan operasi,” katanya.

“Usai operasi, rahimnya belum keluar dan terjadi perdarahan yang cukup. Dan itu pada akhirnya juga tenaganya habis dan (Mince dinyatakan meninggal). Itu di terima baik oleh suaminya,” pungkasnya.

Karena itu Hopni menyebut, tidak ada kaitan tutup Puskesmas Kalunan dengan matinya orang. tidak ada hubungan sama sekali,” tutup Hopni Bukang. (DM/LM).

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI