|

Setelah Habiskan 800 Juta di THN 2019, Desa Bondol 3 Balige Tambah Lagi DD 2021 Untuk Pelaksanaan PAMSIMAS

Media Nasional Obor Keadilan | Balige |Sabtu, (28/08/21)-Berdasarkan informasi dari beberapa warga desa bondol 3 yang merasa kecewa dengan tidak beroperasi maksimal nya pamsimas di desa mereka, team media oborkeadilan turun lapangan meninjau langsung kebenaran informasi tersebut.

Fakta lapangannya, bahwa benar pamsimas desa bondol 3 tidak lagi beroperasi maksimal sesuai perencanaannya, dan sebagian warga dusun 3 sihobuk tidak dapat merasakan kebutuhan ekonomisnya. Dikarenakan air tidak mengalir sampai ke pipa saluran rumah mereka.

Beberapa warga desa itu juga memberikan informasi yang inisialnya tidak mau disebut disini. Mengatakan bahwa pembuatan pamsimas desa bondol 3 tersebut adalah sia-sia karena tidak sesuai perencanaan semula.

Bersamaan dengan keterangan dari kades bondol 1, mengatakan bahwa tadinya pembuatan pamsimas di desa bondol 3 dan di desa bondol 1 memakai satu sistim gravitasi/sumber air. Kenapa mereka jadi memakai sumur bor, saya tidak tau alasan nya ucap kades bondol 1.

Warga juga mengatakan kalau pembuatan pamsimas didesanya itu tidak sesuai dengan dana yang sudah dianggarkan. Anggaran dana pamsimas nya kurang lebih 400 juta yang didampingi dana desa 467 juta membuat banyak warga ini curiga kalau pembuatan pamsimas itu dikorupsi oleh kadesnya.

Apa mungkin ? bangunan bak penampung yang ukurannya hanya 6x7m dengan tinggi 2m dan rumah pompa 1x2m, berikut sumur bor dangkal, bisa menghabiskan dana 400 juta lebih ?

Dana fantastis ini lah yang diduga warga dikorupsi oleh kades nya. Mendalami informasi dari warga ini, kami mencoba mempertanyakan langsung ke ketua kelompok keswadayaan masyarakat (KKM) pamsimas desa bondol 3 yang juga ketua TPK 2019 desa itu, inisial (RT). 

RT mengatakan dana yang dikucurkan oleh perkim sebesar 400 juta lebih dan didampingi dana desa DD 467 juta telah mereka laksanakan sesuai perencanaan awal dan sesuai RAB.

Herannya ! Warga semakin curiga disaat 97 juta dana desa (DD) TA 2021 digunakan untuk pembuatan sumur bor yang baru dilokasi dimana sumur bor yang lama tidak lagi berfungsi maksimal.

RT mengatakan kalau penggunanaan dana pamsimas perkim 400 juta untuk pembuatan, bak penampung, rumah pompa, meteran, berikut sumur bor dangkal dan 2 unit wastafel sekolah.

Sedangkan dana desa DD sebesar 467 juta mereka pergunakan untuk pemipaan/pipanisasi dan meteran air sampai kerumah warga.

Sebelumnya kades dan juga satkernya telah diperiksa oleh tipikor satreskrim polres toba ucap sekdes saat kami mintai keterangan sebelumnya.

Luar biasanya. Kenapa hanya kades dan sekdes beserta TPK nya yang diperiksa? Kenapa PK nya tidak ikut diperiksa, setelah 2 bulan berlalu. Sampai dimana hasil pemeriksaan polisi terhadap dugaan korupsi itu ?

Warga desa bondol 3 berharap dengan sangat supaya hasil dari pemeriksaan polisi terbuka untuk warga. (Seblon Panjaitan)

Editor: Redaktur

Penanggung jawab berita: Obor Panjaitan

Komentar

Berita Terkini