HEADLINE

Dalam Rumah Sendiri Didepan Keluarga Digebuk, Diseret Ke Meja Hijau Hingga Meregang Nyawa

/

Redaksi / Selasa, 05 Februari 2019 / 15:56 WIB

Sebarkan:

Media Nasional Obor Keadilan | Pesawaran |Kepergian anak, kakak, adik tercinta Narsan (28)  Januari 2019 lalu sudah di ikhlaskan keluarga besarnya tapi dibalik itu masih menyisakan bongkahan besar rasa tidak terima dengan insiden dan prilaku anarkhis para oknum yang mengabaikan hukum, dengan memukuli Narsan hingga tidak sadarkan diri dikediamannya di Dusun Induk, Desa Bunut Seberang, Kecamatan Way Ratai Kabupaten pesawaran.

" uang itu menurut pengakuan ibu Eni ke saya hilang sudah beberapa bulan sebelumnya, kenapa kakak saya tidak langsung ditangkap saja waktu itu, kenapa malah dipukuli seperti binatang dirumahnya sendiri" ujar Nahdi, adik kandung korban.

Nahdi yang tinggal bersama orangtua angkatnya menceritakan bahwa dia baru mengetahui peristiwa pemukulan terhadap kakaknya ketika, Eni menghubunginya lewat telepon selulernya, menginformasikan kalau kakaknya ada masalah.

Sesampainya di TKP dia melihat kakaknya Narsan sudah terkulai lemas dikursi dengan kondisi babak belur.

"Saya langsung tanya ke kakak siapa yang sudah buat dia seperti itu, dan dia bilang didik yang sudah memukulinya, di iyakan para tetangga yang waktu itu masih ramai dirumah menyaksikan peristiwa itu" Jelasnya, (29/1).

Beberapa saat setelah bertanya pada Narsan, oknum yang bernama Mad yani mendekati mereka, lanjut Nahdi dan langsung memukul dengan kuat kepala Narsan didepan matanya sore itu.
Saat bersamaan ditempat sama, kembali diakui salah satu putra dari Naryati itu kalau dia sempat meminta bantuan dari salah satu oknum perangkat desa Erwin yang ada disana terkait persoalan kakaknya tapi solusi yang ditawarkan oknum Kadus Desa Bunut itu diluar kemampuan keluarga besarnya, dia meminta pihak keluarga agar menyiapkan dana sebesar 11 juta rupiah jika tidak ingin hal tersebut dilaporkan ke Polisi sektor setempat.

" untuk makan sehari hari aja keluarga kami ini kesulitan, dari mana uang 11 juta itu mau kami dapat. Dan karena kami tidak sanggup akhirnya kakak dibawa kekantor polisi oleh pak babinkamtibmas bersama mereka hari itu juga" papar Nahdi.

Ada 5 oknum yang telah melakukan tindakan main hakim sendiri atas Narsan yang katanya telah mencuri uang Eni, sebagaimana dijelas nara sumber yang tidak mau namanya disebutkan.

" 2 dari perangkat desa, 3 dari warga setempat dan menurut cerita warga yang menyaksikan peristiwa itu yang membabi buta memukuli, menendang Narsan seperti bola sampai pingsan itu si didik sama Mad yani" ungkap Oi, (30/1). [ Team (next edition) ]

Editor : Redaktur
Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan


Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082230993121

KOMENTAR
TERKINI