HEADLINE

Merinding, Ayah Meninggal Ibu Kabur, Tria Magdalena Siswi Miskin Terlantar Raih Juara 1 Umum

/

Redaksi / Selasa, 01 Januari 2019 / 18:28 WIB

Sebarkan:
Tria Magdalena siswa Peraih  juara 1 kelas dan sekaligus juara 1 umum di SD Negeri 010 untuk semester ganjil” ujarnya,kepsek dan walikelasnya Minggu (30/12/2018)

PEKANBARU | OBORKEADILAN.COM– Tria Magdalena Purba yang tercatat dibangku Kelas 6 Sedolah Dasar Negeri (SDN) 010 di Desa Puntikayu, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, meraih juara 1 umum dengan jumlah nilai 8,75

Hal itu dikatakan guru kelas Tria yaitu Bapak Ikhsan. “Tria Magdalena siswa saya meraih juara 1 kelas dan sekaligus juara 1 umum di SD Negeri 010 untuk semester ganjil” ujarnya, Minggu (30/12/2018)

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Sekolah SD Negeri 010 yaitu Bapak Marzaini pada Independensi.com, bahwa Tria Magdalena meraih juara 1 umum. “Tria Magdalena juara 1 umum di SD Negeri 010 dengan nilai sangat memuaskan” katanya

Tria Ditelantarkan Orang Tua

Pada tahun 2016 lalu moment yang sangat pilu bagi Tria Magdalena, dimana Ayah Tria yaitu Ramos Purba meninggal karena penyakit yang diagnosa dokter myasthenia gravis hingga Tria kehilangan Ayah.

Setelah Ayah Tria meninggal, Ibunya Tria Renta Situmorang menikah lagi  dan ekonominya pun terpuruk.  Imbasnya adalah utang ibunya banyak dan kabur meninggalkan Tria sebatang kara dirumah teman ibunya di Dusun Serangge Pabrik Desa Punti Kayu, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu – Riau

Akhirnya Tria tinggal menumpang dirumah Rukia Situmorang sepupuh ibunya. “Tria ini sudah dirumah saya di Dusun Sei Godang Desa Punti Kayu karna ibunya Tria kabur. Tria ditentarkan ibunya tanpa menitipkan Tria pada saya.” Ujar Rukia Situmorang

Tria Bercita-cita Jadi Dokter

Dibalik prestasinya, Tria bercita-cita menjadi dokter. Tria ingin jadi penemu obat myasthenia gravis penyakit yang merenggut nyawa ayahnya.

“Saya dendam dengan penyakit myasthenia gravis yang merenggut nyawa Ayah saya, jikalau Tuhan ijinkan saya ingin penemu obatnya, supaya tidak ada lagi korban seperti Ayah saya” ujar Tria.

Ketika ditanya darimana biaya Tria menjadi dokter? Bocah ini menjawab, “berdoa pada Tuhan, supaya Tuhan mengetuk hati Pemerintah”. (Mangasa Situmorang)
Sumber : Independensi.com


Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082230993121

KOMENTAR
TERKINI