HEADLINE

2 Kali Datang Untuk Meminta Rawat Inap Di RSUD Mandau ," Pasien Jantung Malah Di Suruh Pulang.

/

Redaksi / Rabu, 11 Juli 2018 / 20:51 WIB

Sebarkan:

Ket Foto : Ibu Indah Dewi Suhartati terbaring lemas di temani oleh menantunya


MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN MANDAU l 11 Juli 2018 - Sungguh memprihatinkan nasib Indah Dewi Suhartati salah satu Warga Blading Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis yang mengidap penyakit jantung yang saat itu pada ( 04 Juli 2018 ) masuk di Unit Gawat Darurat ( UGD ) RSUD Mandau.

Ketika sampai di RSUD Mandau dirinya pun dirawat di ruangan UGD setelah melakukan pendaftaran dan memberikan kelengkapan berkas BPJS kepada pihak RSUD.

Namun karena kondisinya masih lemas dan butuh perawatan medis dirinya dan keluarga berniat untuk rawat inap di RSUD Mandau dengan harapan agar bisa kembali normal seperti biasa nya.

Tapi keesokan harinya salah seorang yang bekerja di ruangan UGD datang dan menanyakan kepada pasien kapan akan pulang ,karena merasa belum sehat dirinya mengatakan bahwa masih mau dirawat inap di RSUD Mandau namun ketika mendengar jawaban dari pasien pekerja Rumah Sakit Umum Duri yang berada di ruangan UGD mengatakan bahwa menurut intruksi dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam bahwa pasien tidak dirawat inap dan bisa pulang.

Mendengar penjelasan dari pihak Rumah Rakit Margi selaku suami pasien mengatakan " Kok ngak bisa dirawat inap kenapa padahal kondisi pasien kan masih belum stabil dan butuh perawatan medis " ucapnya.

Namun pekerja yang ada di ruangan UGD RSUD Mandau tetap mengatakan bahwa itu arahan dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan silahkan bapak mengambil no antrian di kasir untuk langsung menuju ke Poli 2 Penyakit Dalam nanti langsung aja tanyakan kepada Dokter Nabil selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam . Jelas salah satu pekerja RSUD Mandau.

Setelah mendapatkan no antrian Margi pun duduk menunggu no antrian atas nama istrinya dipanggil, dan dirinya pun menghubungi anaknya yang saat itu sudah pulang kerumah untuk datang ke RSUD Mandau guna menjaga istrinya yang waktu itu masih berada di ruangan UGD.

Setelah menerima telepon dari Margi Galih yang juga bekerja sebagai Wartawan di salah satu Media Nasional Obor Keadilan langsung bergegas menuju RSUD Mandau Kabupaten Bengkalis untuk datang dan menemani orang tuanya yang saat itu masih berada di rumah sakit.

Sesampainya di RSUD Galih pun langsung menuju ke ruangan UGD untuk melihat keadaan orang tuanya dan menanyakan tentang bagaimana kondisi orang tuanya.

Mendengar jawaban dari orang tuanya yang mengatakan bahwa kondisinya masih lemas dan sesak dirinya pun menjumpai bagian UGD untuk menanyakan kenapa orang tuanya sudah disuruh pulang padahal kondisi pasien masih butuh perawatan medis.

Namun hanya mendapatkan jawaban singkat dari salah seorang yang bekerja di UGD " Itu semua atas instruksi Dokter Spesialis Penyakit Dalam pak ,coba bapak tanyakan saja langsung," Ucap Galih menirukan ucapan dari salah satu pekerja RSUD Mandau.

Setelah menunggu giliran selama kurang lebih 2 jam tibalah giliran orang tuanya dipanggil ,sementara itu dengan langkah perlahan dan nafas masih sesak Indah Dewi Suhartati diiringi suaminya menuju ruangan Poli 2 Penyakit Dalam dari UGD.

Sesampainya di ruangan Galih Yang saat itu mengantarkan orang tuanya membedakan ruangan Dokter Spesialis Penyakit Dalam melihat Dokter tersebut memarahi orang tuanya dengan mengatakan " ibu ini bandel orangnya makanya penyakit ibu ngak sembuh karena ngak rutin melakukan cek up.

Melihat kejadian tersebut dirinya pun berkata kepada Dokter Nabil bahwa kondisi orang tuanya belum stabil dan masih butuh perawatan ,Namun Dokter Nabil malah menyuruh agar dirinya membeli tabung oksigen di Rumah karena orang tua nya tidak di rawat inap dan boleh di bawa pulang karena bukan ibu saja yang mau saya urusi ," Kata Nabil Dokter Spesialis Penyakit Dalam

setelah itu Nabil pun menyuruh pasien untuk keluar karena dinilai sudah siap .

Ketika hendak berjalan menuju pintu luar Indah Dewi Suhartati yang saat itu kondisinya belum stabil mencoba untuk duduk karena nafasnya yang sesak dan kondisi badannya yang masih lemas ,Namun kembali salah seorang Pihak rumah sakit yang saat itu berada di ruangan Poli 2 Penyakit Dalam itu langsung mengatakan " Udah jangan duduk lagi buk ,cepat keluar masih banyak pasien yang mau ditangani lagi.

Setelah keluar dari ruangan Galih pun segera menghubungi Rangga selaku Humas RSUD Mandau untuk menanyakan tentang permasalahan ini.
Namun dirinya tidak dapat menjumpai Humas RSUD Mandau karena tidak berada di tempat.

Karena tidak dapat menjumpai Humas RSUD Mandau dirinya pun mencoba menelfon no Humas RSUD tapi belum juga mendapatkan jawaban setelah itu dirinya pun mengirim pesan WhatsApp .

Keesokan harinya dirinya pun menelepon Humas RSUD dan mengatakan mau Jumpa untuk melakukan Konfirmasi namun Rangga selaku Humas mengatakan bahwa dirinya masih berada di Bengkalis  dan mengatakan bahwa hari Rabu baru bisa jumpa.

Setelah hari Rabu dirinya pun menghubungi Rangga selaku Humas RSUD Mandau menanyakan kapan bisa jumpa pak.

Namun saat itu Rangga selaku Humas RSUD mengatakan " Mohon maap saya sedang rapat pak. Mohon di WA kan saja, kira2 apa yg bisa saya bantu "

Setelah mendapatkan pesan dari Humas dirinya pun segera mengirim pesan konfirmasi kepada Humas RSUD  melalui Via WhatsApp " Izin konfirmasi pak ,perkenalan saya Galih/ Ali dari Media Nasional Obor Keadilan.
Dalam hal ini saya mau menanyakan tentang pelayanan di RSUD Mandau kepada pasien Umum / BPJS.

1. Yang mana pada tanggal 5 Juli 2018 atas nama Indah Dewi Suhartati  masuk di ruangan UGD dikarenakan mengidap penyakit jantung.

Namun setelah dirawat beberapa jam pihak UGD RSUD Mandau menanyakan kapan pasien mau pulang ,sementara itu pasien yang merasa kondisinya masih kurang stabil meminta agar dirinya dapat dirawat inap di RSUD.

Namun pihak RSUD tetap bersikeras untuk menyuruh pasien pulang dengan alasan bahwa ini atas rekomendasi dari Dokter Nabil selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam.

Apakah hal ini dibenarkan dan apakah benar aturannya seperti itu pak ?

2. Ketika Pasien berada di ruangan Penyakit Dalam Poli 2 , Dokter Nabil selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam mengatakan bahwa penyakit pasien ini adalah salah pasien dengan nada tinggi seperti orang marah.
Kemudian Dokter Nabil selaku Dokter yang seharusnya bisa melayani pasien dengan ramah tamah .

Ketika Pasien mengatakan bahwa masih merasa sesak dirinya malah menyuruh pasien untuk membeli tabung oksigen " beli aja tabung oksigen untuk dirumah.

Bahkan salah seorang yang berada di dalam ruangan Poli Penyakit Dalam 2 dianggap bersikap kurang pantas / kasar yang mana saat pasien jantung mau duduk karena masih lemas dirinya malah berkata " Jangan duduk lagi ," Cepat keluar buk gantian orang mau masuk lagi.

Mohon konfirmasi nya pak .

Selanjutnya dirinya menerima balasan Sms dari Rangga yang isinya " Terimakasih atas laporannya  Pak Ali, sebelumnya kami mohon maap atas ketidaknyamanan yang Bapak/ Keluarga alami. Terkait laporan tersebut, kami akan proses segera Pak Ali. Utk itu kami mohon agar Bapak dan Keluarga dapat bersabar menjelang proses tindak lanjut. Jika Bapak tidak keberatan, kami butuh *nama dan ruang rawat inap* Pasien tersebut agar dapat kami telusuri lebih lanjut. Tks Pak Ali.

Karena belum mendapatkan jawaban dirinya kembali mengatakan apa tanggapan Bapak selaku Humas RSUD Mandau mengenai hal ini.

Namun sampai sekarang belum juga ada balasan dari pesan tersebut bahkan saat di telepon Humas RSUD Mandau ini juga tidak menjawab panggilan telepon melalui Via WhatsApp . ( Galih )
Editor :Rahardja
Penanggung Jawab : Obor Panjaitan



Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI