HEADLINE

Pak Mahfud Ahli Strategi Menyemprot "Sarang Nyamuk" Agar Diam

/

Redaksi / Minggu, 03 Juni 2018 / 11:43 WIB

Sebarkan:
                                         Mahfud MD

Media Nasional Oborkeadilan [ 03-05-2018] Minggu - Entah bagaimana perasaan kader-kader PKS mendengar pernyataan-pernyataan menohok Mahfud MD. Mulai dari PKS melahirkan 2 koruptor besar, DPR mendapat uang yang jauh lebih banyak dari dirinya, sampai yang terakhir adalah strategi menyemprot sarang nyamuk.

Belakangan ini sempat viral isu soal pendapatan BPIP, dimana Mahfud merupakan salah satu anggotanya, yang perbulannya mencapai 100 juta rupiah. meskipun setelah ditelaah sebenarnya gaji bulanannya adalah 5 juta, sisanya Adalah tunjangan, asuransi dan operasional, namun publik sudah terlanjur terprovokasi.

Sasaran utamanya jelas Megawati, Presiden Indonesia ke-5 itu selama ini terkenal jarang membalas atau berkomentar tentang isu yang menimpa dirinya. Mau difitnah macam-macam, dihujat ataupun dicaci, beliau selalu senyum. Saya ingat betul dulu saat zaman mertuanya Prabowo, rezim orba, kantor PDI Perjuangan diserang orang tak dikenal. Lalu apa respon Megawati? Esok harinya beliau keluar membeli bunga, seolah tak terjadi apa-apa. Tanpa komentar, tanpa kemarahan.

Namun naasnya, soal isu gaji BPIP yang dimainkan oleh kubu oposisi ini juga menyasar Mahfud. Sementara Mahfud jelas bukan orang yang bisa diam dan bersabar seperti Megawati. Beliau adalah tipe petarung seperti Rambo yang selalu siap turun ke lapangan meski sendirian.

Maka saat pendapatan atau hak keuangan anggota BPIP senilai 100 juta dimainkan dan diputar balikkan, Mahfud pun turun tangan. Dengan santainya beliau bilang:

“Oleh sebab itu, BPIP yang lainnya nggak usah bicara. Saya bilang, saya yang hadapi. Saya ini tahu lapangan. Caranya ini kalau membunuh nyamuk satu-satu nggak selesai-selesai. (Caranya) itu sarangnya ada disemprot dengan pestisida, itu kan berhenti sekarang. Pindah malahan," ucap Mahfud.

Memang apa yang diucapkan Mahfud ini terbukti benar. Sekarang isu atau nyinyiran pendapatan BPIP hilang begitu saja.

Masalahnya adalah, strategi semprot sarang nyamuk ini bukan sekedar sebuah pembuktian bahwa apa yang dilakukan Mahfud bisa ditiru oleh orang lain. Tapi sekaligus menjadi sebuah pengetahuan tak terbantahkan bahwa sarang nyamuk yang dimaksud Mahfud, yang kerap berisik dan nguang-nguang itu adalah PKS.

Sehingga ke depan kalau ada isu atau nyinyiran tidak produktif, tidak berkualitas dan bersifat propaganda naif, maka cara memadamkannya adalah dengan menyerang PKS. Selesai. Ya buktinya sekarang, soal pendapatan BPIP sudah tidak dimainkan lagi oleh mereka.

Ternyata masalah terbesar bangsa ini di era media sosial adalah PKS. Kalau begini, supaya negara kita menjadi lebih berkualitas dan produktif, ruang opini dan informasi kita lebih segar dan positif, lebih baik bubarkan saja PKS. Ya kan sarang nyamuk? Untuk apa dipelihara?

Bagaimana caranya? Jangan pilih PKS. Jangan pilih calon anggota DPR, DPRD dari PKS. Jangan pilih Gubernur, Walikota ataupun Bupati yang diusung PKS. Karena kalau tidak, nasibnya akan sama seperti Jabar dan Sumut. Tidak ada kemajuan, tidak ada perkembangan, yang ada hanyalah cerita-cerita syahdu seolah Gubernurnya paling suci dan mulia. Didukung oleh baliho dan spanduk setiap 10 meter di kota-kota padat penduduk.

Sudah cukup PKS main-main dan jadi nyamuk. Marilah kita sudahi dengan membubarkan partai ini secara konstitusional. Tak perlu perpres, tak perlu pembubaran Mendagri. Cukup tidak kita pilih saja, maka secara otomatis PKS akan menyusul PBB.

Kita rindu diskusi atau perdebatan yang produktif dan bermanfaat untuk kemajuan bangsa ini. Minimal, informasi yang akurat untuk masyarakat Indonesia. Kalau yang dimainkan dan dibesar-besarkan hanyalah sebuah pelintiran untuk membuat orang emosi, apa gunanya untuk negeri ini?

Permainan isu lewat sosial media, yang membodoh-bodohi masyarakat dengan info terpotong-potong, hanya akan menghasilkan emosi. Ujung-ujungnya menghambat kerja pemerintah. Beruntung Jokowi dikelilingi oleh orang-orang yang tahan banting. Tidak mudah terpengaruh dan fokus bekerja.

Tapi bagaimana kalau masih ada pejabat yang mentalnya seperti zaman SBY dulu? Diserang dikit langsung mundur. Jadi tidak melakukan apa-apa. Tidak ada perubahan, perkembangan atau apapun yang sekiranya bermanfaat untuk masyarakat.

Meski begitu, sebelum 2019, sepertinya Mahfud MD perlu lebih rajin menangkal isu yang dimainkan oleh PKS. Ini bukan soal Jokowi, bukan soal pemerintah, bukan soal tujuan dua periode, tapi ini tentang Indonesia yang lebih baik.

Akhirul kalam, Salam surga dari cucu Nabi.

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI