OBOR KEADILAN|Depok, Kamis (11/09_2025) – Proyek relokasi kabel udara ke bawah tanah di sepanjang Jalan Kartini dan Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, yang digarap oleh Pemkot melalui DPUPR dan PT Pragata Makmur Persada, kini berubah jadi ancaman nyata bagi keselamatan warga. Sejumlah pengendara motor terjatuh, beberapa nyaris terlindas kendaraan besar, hanya karena lubang galian yang dibiarkan menganga tanpa pengaman.
Menurut informasi yang diterima redaksi Media Nasional Obor Keadilan, kejadian tersebut telah berlangsung selama sepekan terakhir, dan laporan warga ke pihak Kelurahan maupun kontraktor proyek belum mendapat tanggapan.
> “Sudah semingguan ini, pengendara terus jatuh. Warga sudah lapor ke kelurahan, ke kontraktor, tapi diabaikan. Akhirnya kami minta Ketua LSM Hardline turun langsung,” kata Ketua RT 01 dan RW 09, saat ditemui tim media.
Ketua LSM Hardline Turun, Rekam Fakta di Lapangan
Ketua LSM Hardline Peduli, Bung Regi, bersama anggotanya, langsung terjun ke lokasi setelah mendapat desakan warga. Hasilnya menguatkan dugaan warga: lubang galian proyek dibiarkan terbuka tanpa penutup, saat hujan tergenang, dan mengakibatkan pengendara berjatuhan.
“Kami dokumentasikan langsung. Warga bukan mengada-ada. Ini sudah darurat,” tegas Bung Regi sambil menunjukkan video yang direkam langsung di lokasi.
Ketua IPAR: Pembiaran Ini Bisa Dipidana
Ketua Umum Ikatan Pers Anti Rasuah (IPAR), Obor Panjaitan, mengecam keras kelalaian proyek ini.
“Undang-undang jelas: keselamatan publik wajib dijaga. Ini kelalaian fatal. Kalau sudah ada korban luka, bahkan bisa masuk pasal pidana kelalaian. Penanggung jawab proyek — Kepala DPUPR — tak bisa cuci tangan,” kata Obor.
Ia menduga ada indikasi pembiaran oleh Kepala Dinas DPUPR, Citra Indah Yulianty, dan Walikota Depok Supian Suri, yang sebelumnya terlibat langsung dalam groundbreaking proyek ini. Obor juga mempertanyakan, apakah ada unsur permainan proyek, potensi “saweran pengamanan” atau pengalihan anggaran yang menyebabkan lubang-lubang itu tak kunjung ditutup rapi.
🗣️ Warga: Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa!
Salah satu pedagang di sekitar Jalan Pemuda, yang juga mahasiswa Fakultas Hukum, menyebut kondisi ini sudah tak bisa ditolerir.
“Kalau belum ada korban meninggal, apa mau dianggap biasa saja? Ini bentuk kelalaian yang membahayakan nyawa. Pemerintah jangan main-main!” ujarnya geram.
Warga berharap kehadiran LSM Hardline dan Media Nasional Obor Keadilan bisa menekan Pemkot untuk segera menutup lubang-lubang itu dengan aman dan sesuai standar konstruksi.
✍️ Catatan Redaksi:
Bukti video pengendara jatuh sudah direkam langsung oleh Ketua LSM Hardline dan diserahkan ke redaksi.
Keluhan warga via chat ke kelurahan dan kontraktor juga telah dihimpun sebagai bahan investigasi.
Jika tidak ada tindakan dalam waktu dekat, redaksi dan IPAR akan mengajukan laporan resmi ke Omb
udsman RI, KPK, Kejati Jawa Barat, dan Bareskrim Polri. (*)
Ditulis oleh, redaksi
