|

Oknum DPRD Kab Bengkalis Gunakan Hak Jawab, Buruh Bangunan: Itu Bohong, Upah Kerja Kami Tak Dilunasi


OBORKEADILAN.COM|Bengkalis - Riau|Rabu, 20 Mei 2020|Permasalahan gaji para pekerja exit Tol balai raja di area pengerjaan Tol Pekanbaru-Dumai yang masih bermasalah atau belum dibayar ternyata belum juga usai, Sebagaimana yang telah dimuat ke dalam pemberitaan Media Nasional Oborkeadilan.com pada edisi 16 Mei 2020 yang lalu bahwa diduga pelaku proyek atau pimpinan perusahaan tersebut adalah salah seorang Oknum Anggota DPRD Kab. Bengkalis dengan inisial RS yang belakangan diketahui ternyata adalah Romel Sinalsal.

Hal tersebut diperkuat kembali dengan adanya permintaan Romel melakukan hak jawab ke Media yang memberitakan, dalam hak jawabnya pada 17 Mei 2020, dengan tegas dirinya ( Romel -Red) menyatakan bahwa nama perusahaan yang disebut-sebut di pemberitaan (PT.Kirana Jaya) bukan miliknya, kendati demikian dia tidak membantah adanya keterlibatan dirinya atas pekerjaan tersebut, dalam menyampaikan hak jawabnya yang didampingi juga oleh kuasa hukumnya, Romel mengatakan bahwa terkait gaji para pekerja telah dibayarkan seluruhnya kepada Ilham Sodikin selaku mitra kerja yang kerap disebut mandor dilapangan.

Hampir secara keseluruhan pernyataan yang disampaikan oleh Romel Sinalsal Dibantah kembali para Pekerja yang menuntut hak keringatnya itu, "termasuk salah satunya adalah Ilham Sodikin, yaitu orang yang disebut sebagai mandor".

Saat dimintai tanggapan lewat telepon selulernya Ilham menyayangkan pernyataan Romel terkait dirinya.

Menurut Ilham, tidak ada alasan buat pak Dewan tersebut untuk menyatakan bahwa dirinya (Romel - red) tidak ada keterlibatan dalam proyek pengerjaan drenase atau parit galian di Tol Pekdum yang dikelola oleh PT. Hutama Karya Infrastruktur tersebut, sebab menurut Ilham, Romel juga kerap turun kelapangan,bahkan setiap kali ada pengukuran Romel juga ikut serta, dan tentang pernyataan Romel yang menyebut Ilham masih terhutang menurut Ilham adalah sebuah pernyataan yang keliru, justru uang milik Ilham lah yang masih belum terbayarkan oleh Romel sebesar lebih kurang Rp. 8.000.000.00; (Delapan juta rupiah ) lagi, untuk membicarakan hal tersebut juga dirinya telah menyampaikan permintaan untuk bertemu dengan Romel, namun tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan,tutup Ilham.

Terpisah,hal yang hampir senada juga disampaikan oleh Taufik R, salah seorang pekerja yang sisa gajinya belum dibayar, menurut dirinya hal tersebut pernah dia tanyakan ke pihak HKi yaitu bapak Subiantoro, dan pihak HKi tersebut membenarkan bahwa boss atau pimpinan kami adalah pak Romel,ujarnya.

Dan teman saya juga pernah jemput dan terima langsung sejumlah uang sebagai pembayaran sebahagian gajinya langsung dari tangan pak Romel,kalau beliau tidak ada kaitan dengan proyek tersebut kenapa beliau yang kasih uang?,dan satu lagi bang,pasca pemberitaan pertama beliau ada chat saya lewat WA,yang isinya seperti mengancam atau menakut-nakuti saya, kalau bukan beliau kenapa beliau harus marah ke saya ? , tambahnya lagi.

Para pekerja berharap hanyalah penyelesaian terkait sisa gaji mereka, " Kami hanya meminta pertangung jawaban mereka ( Ilham dan Romel - red) atas penyelesaian sisa gaji kami yang sampai sekarang tidak ada kejelasan itu, kami tidak berniat membuat masalah ini menjadi besar atau membesar-besarkan masalah, cukup hak kami saja di realisasikan,kalau tidak ada juga penyelesaian yang kami dapatkan, dengan berat hati kami akan membawa permasalahan dengan bang Ilham ke ranah Hukum,dan kemungkinan besar kami juga akan melaporkan bapak Romel Sinalsal sebagai Wakil Rakyat ke Dewan Kehormatan DPRD Bengkalis, kami ini rakyat,kami sudah berteriak tapi tak didengar juga,maka langkah kedepan adalah pelaporan, ini kesepakatan kami bersama. ucap para pekerja yang menuntut hak nya tersebut bergantian. ( *Team )


Reporter : Ricky.p / Kaperwil Riau
Editor : Yuni Shara /Redaktur
Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan
Komentar

Berita Terkini