|

Dinas di Kejari Balige, Jaksa Pasaribu Rusak Proses Hukum di Desa Tornagodang

Ket. Gambar : Kantor Kejaksaan Negeri Balige

OBORKEADILAN.COM|| Balige- Sejak dinas di Kejari Balige Jaksa Pasaribu bukan membantu menangani kasus masyarakat, malah semakin mempersulitnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya terkait adanya penyelewangan dana desa tahun 2016 yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa Tornagodang, Kecamatan Habinsaran,Kab. Tobasa.

Awalnya warga melaporkan adanya pencurian dan tipikor tersebut kepada pihak Polres Tobasa. Namun sayang, laporan warga hingga kini belum juga diproses seolah-olah tidak digubris penyidik Polres Tobasa. Merasa laporannya tidak direspon, warga melanjutkannya ke Kejari Balige dengan harapan agar kasus tersebut segera diproses hukum. Seperti sebelumnya, bukannya diproses hukum, malah pihak kejari mendamaikan pelapor dan terlapor. Berikut kronologis singkatnya:

  1. Sekitar tahun 2016/2017 tiga warga Desa Tornagodang bahwa telah terjadi beberapa kali pencurian uang bantuan pemerintah juga kerbau, beras bahkan dana desa. (Pelaku diduga kades dan komplotan.
  2. Atas pencurian berkali-kali tersebut tiga orang warga tersebut melaporkan nya ke Kejari Balige.
  3. Alhasil, 3 warga Desa Tornagodang yang melaporkan kasus tersebut bukannya mendapatkan arahan atau surat bukti lapor malah salah satu jaksa (Jaksa Pasaribu) beserta timnya lengkap dengan pakaian dinas mendatangani Desa Tornagodang. Kedatangan ini membawa secercah harapan keadilan (prosedur proses hukum) akan berjalan dalam hati warga.
  4. Ternyata kedatangan Jaksa Pasaribu bukannya melakukan penyidikan terhadap terlapor  (oknum Kades), malah menjadi juru damai antara pelapor dan terlapor. Warga menduga ada upaya amplop tebal kepada Jaksa tersebut.
Begitulah kronologi kasus Jaksa Pasaribu yang kapasitasnya menangani perkara korupsi di Desa Tornagodang dan berbagai dugaan pencurian sesuai dengan yang dilaporkan warga desa.
Setelah buntu di Kejari Balige kurang lebih selama setahun. Lalu, Wartawan Media OBORKEADILAN melaporkan sendiri oknum Kades yang diduga melakukan pencurian dan Tipikor tersebut. Namun, hingga kini kasus tersebut masih mengambang.

Editor : Redaktur
Penanggung Jawab : Obor Panjaitan
Komentar

Berita Terkini