HEADLINE

POLITIK ITU MEMBOSANKAN tapi DIBUTUHKAN

/

Redaksi / Minggu, 26 Agustus 2018 / 21:41 WIB

Sebarkan:

OLEH : ANDI NAJA FP PARAGA

MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN |  Sudah lama Saya tidak memiliki Kartu Anggota suatu Partai Politik bahkan sama sekali tidak tertarik untuk memilikinya apalagi menjadi kader parpol. Namun demikian bukan berarti tidak ingin tau tentang politik. Keingintahuan itu membuat saya tergerak membaca buku-buku sejarah, mendengar tuturan pelaku sejarah, menyaksikan siapa yang berbahagia atau sengsara karena politik, turut memperhatikan siapa yang berpolitik ideologis dan siapa yang pragmatis. Alhasil cukup banyak pengetahuan yang saya dapatkan dari membaca dan mengamati dinamika politik dari zaman ke zaman hingga saat ini saya berkesimpulan politik itu ibarat pisau benda mati yang penggunaanya tergantung siapa yang memegangnya. Ditangan orang baik pisau menjadi barang yang sangat bermanfaat bagi pemegangnya dan sebaliknya ketika pisau berada ditangan orang jahat justru sangat berbahaya.

Politik itu Indah jika yang berpolitik itu orang baik karena itu kita wajib mengenali siapa orang yang didukung itu dengan cermat dan seksama. Jejak rekam figur yang didukung harus diketahui dari hal-hal yang diketahui orang banyak hingga hal hal yang dirahasiakannya. Mengapa demikian, karena dalam politik orang baik bisa dicitrakan sebagai orang jahat, sebaliknya orang jahat dapat dicitrakan sebagai orang baik. Celakalah jika kita tidak mengetahui jejak rekamnya, terlalu besar resiko yang kita pilih jika salah pilih. Orang baik sudah wajib terpanggil menguasai politik agar tidak terbuka peluang orang jahat menguasai politik. Orang Sholeh-Sholehah tidak usah ragu masuk ke politik dan memberikan warna kebajikan pada politik berbangsa dan bernegara.

"Politik itu membosankan" Demikian kalimat banyak pihak yang mengikuti perjalanan Dinamika Politik dari Zaman ke zaman. Pandangan seperti ini tentu merupakan fakta yang tak terbantahkan ketika barometer politik itu adalah pengejewantahan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam kehidupan nyata. Politik kerap menjauhkan kita dari Nilai-nilai Dasar bahkan Azas Negara. Demi tujuan politik kerap umat beragama teradu domba, rasa kemanusian terabaikan, persatuan dan kesatuan bangsa tercabik-cabik, Kerakyatan yang dibangun secara musyawarah mufakat dikalahkan oleh kompetisi perolehan suara dan celakanya keadilan sosial kerap hanya milik kalangan tertentu. Jika Politik justru menguatkan kerukunan antar umat beragama, meningkatkan simpati dan empati kemanusiaan semakin nyata dan besar, mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa semakin erat, musyawarah dan mufakat menjadi cara mewujudkan demokrasi kerakyatan dan keadilan sosial benar-benar terwujud untuk seluruh bangsa Indonesia maka politik itu suatu hal yang kita butuhkan bahkan harus didukung sepenuhnya. Karena wujud politik belum pancasilais tak dapat dipungkiri banyak pihak yang pesimis  bahkan memilikih tidak mau tahu tentang politik walaupun negara sudah menggelontorkan dana sangat besar sebagai biaya politik(ongkos demokrasi) setiap pemilu.

"Kita butuh politik" . Ketika urusan sebuah negara sangat bergantung pada politik maka pada ahirnya kita harus mengatakan kita butuh politik. Seluruh aspek kehidupan berbangsa ditentukan oleh politik. Politiklah yang dapat menggerakkan seluruh aspek kehidupan tanpa kecuali. Kita butuh politik untuk menciptakan Kantibmas yang kuat, butuh politik untuk mrmperoleh sistem pertshanan dan keamanan yang dapat melindungi segenap warga negara, butuh politik untuk menggerakkan ekonomi hingga terwujudnya kesejahteraan, butuh politik untuk menumbuhkan kembangkan dan mempertahankan Budaya dan Adat Istiadat. Politik menjadi persoalan penting dan sesuatu yang kita butuhkan untuk eksistensi dan kemajuan Indonesia sebagai bangsa dan sebagai negara.

"Kembalikan Politik dengan Nuansa Pancasila" itu kalimat kunci jika ingin politik itu sesuatu yang berguna dan dirasakan manfaatnya oleh bangsa Indonesia. Jauhkan Indonesia dari politik adu domba yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, Jauhkan Indonesia dari politik yang tidak menghargai budaya hingga harkat dan martabat kita sebagai manusia nusantara. Mari hadirkan politik pancasila demi terwujudnya Pancasila di Negerinya sendiri.(26-8-2018)

Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan


Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI