|

Ketua DPD APTRI (Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia),Bapak Presiden RI ,Dengarlah keluh dan jerit kami petani tebu.


Foto : Jl. Ringroad Selatan, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul telah berlangsung Aksi Damai / keprihatinan


BANTUL | MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN , Kamis 24 Agustus 2017 Jl. Ringroad Selatan, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul telah berlangsung aksi keprihatinan yang ditujukan kepada Pemerintah Pusat dengan bentuk aksi berupa pemberhentian truk tebu selama 30 menit dengan Koordinator Ketua DPD APTRI (Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia) DIY, Bapak Roby Ernawan, SE dan diikuti hampir 100 orang.


Pantauan dan kominikasi dengan MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN bahwa aksi   menggelar sepanduk  yang bertuliskan :
"Gula tak lagi manis bagi petani tebu "
"Gula petani tebu tdk laku, petani tebu sekarat"
"Bebaskan PPN gula tani "
"Naikkan HPP dan Het gula tani."
"Bebaskan PPN gula tani petani tebu Yogyakarta."

Aksi yang dilajukan para petani tebu bermakksud :

a. Karena mensikapi Gula petani tidak laku dijual karena adanya pajak PPN 10 % bagi petani dan harga eceran gula yang ditetapkan Pemerintah Rp. 9.100,- yang tidak masuk dalam hitungan petani sebesar Rp.10.000.

b. Aksi ini digelar supaya Bapak Presiden RI mendengar keluhan dan jeritan kami petani tebu.

c. Kami meminta petani tebu tidak dikenai PPN terhadap hasil gula kami, dan segera menteri keuangan menerbitkan revisi peraturan menteri keuangan ( PMK ).

d. Kami meminta HPP gula petani dinaikkan dari Rp. 9.100/kg  menjadi Rp. 10.670/kg (HPP).

e. Kami meminta pemerntah membeli gula petani dengan harga Rp. 11.000/kg.

f. Stop rembesan gula rafinasi di pasar komsumsi.

Para petani Tebu sekabupaten bantul berencana aksi di Jakarta.(David s)
Komentar

Berita Terkini