Ket gambar : Siswi depresi dirawat di rumah sakit
BEKASI | Media Nasional | Obor Keadilan | Nasib tragis dialami calon siswa yang gagal masuk di SMAN 4 Tambun Selatan. Siswi lulusan SMPN 5 Tambun Selatan mengalami depresi sejak dua minggu terakhir.
DWS,17 yang tinggal di Griya Asri Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, bahakn harus dirawat.
Menurut Medi, orang tua siswa, anaknya mengalami depresi sejak ditolak masuk ke SMAN 4 Tambun Selatan yang mendaftar melalui PPDB Online yang dikelola Provinsi Jawa Barat. Padahal, selain mendaftar melalui jalur umum, dirinya tidak bisa mendaftar melalui Jalur Zona Lingkungan (MoU).
“Sekolah tidak jauh dari rumah, hanya 15 meter, di belakang sekolah itu udah rumah kita. Sekarang anak saya tidak mau makan dan gak tidur-tidur,” ucap Medi di RSUD Cibitung, Kabupaten Bekasi, kemarin sore.
Medi harus membawa anaknya ke RSUD Cibitung untuk mendapatkan perawatan dari dokter, psikiater dan psikologi agar anak tidak mengalami yang tidak diinginkan. Selain itu, kondisi DWS juga semakin hari berlarut lemah dan berdiri saja harus ditopang.
“Selama ini tidak begitu, orangnya ceria dan tidak begini. Anak saya sekarang jadi kaya bayi, mandi gak tau, pake baju juga gak tau,” tururnya dengan isak tangis.
Disampaikan Medi, anaknya DWS sangat bertekad untuk masuk di SMAN 4 Tambun Selatan lantaran kakaknya juga lulusan dari sekolah tersebut dan beberapa rekan teman-temannya juga masuk ke SMAN 4 Tambun Selatan.
Sangking ada rasa kecewa terhadap sekolah tersebut, ujar Medi, sempat ada keinginan untuk menutup gerbang sekolah tersebut yang berada diujung gang dekta rumahnya. Pasalnya, setiap jam pulang sekolah, DWS selalu menangis dan terkadang berhalusinasi.
“Saya pengen banget nutup sekolah itu. Karena gara-gara sekolah itu, anak saya jadi begini (Depresi, red). Apalagi ditambah temen anak saya yang NEM-nya dibawah anak saya lebih kecil bisa masuk,” pungkasnya.
Sudah tiga hari DWS tidak mau makan. Dan di rumah sakit masuk perawatan UGD untuk mendapatkan perawatan sementara. Namun sayang hari itu dia tak menemui dokter spikiater. Jadi mendapatkan obat penenang sementara dan kembali lagi esok Senin menemui dokter spikiater. (Obor Panjaitan)
