HEADLINE

Ini Reaksi LBP Terkait larangan penggunaan minyak sawit Indonesia untuk biodiesel mulai 2021 oleh Uni Eropa

Redaksi/Minggu, 10 Juni 2018/22:25 WIB

Sebarkan:

Italia | media Nasional Obor keadilan | 
Melakukan tindakan balasan bukanlah budaya Indonesia. Kami ingin terus bernegosiasi untuk menemukan solusi yang baik bagi semua pihak. Tetapi, kami jangan terus disudutkan.
Inilah sikap pemerintah Indonesia yang saya bawa ke Eropa minggu lalu dalam rangka merespon larangan penggunaan minyak sawit Indonesia untuk biodiesel mulai 2021 oleh Uni Eropa.
Sebagai Menko yang mengkoordinasikan salah satunya masalah energi  (termasuk biodiesel) berdasarkan Perpres No. 10 Tahun 2015, saya menyampaikan penjelasan tentang kondisi Indonesia kepada Paus di Vatican dengan lebih detail kepada Direktur Lembaga Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian di kota Vatican Kardinal Peter Turkson, juga kepada Komisioner Eropa untuk Kemaritiman dan Perikanan Karmenu Vella, anggota Parlemen Eropa Sean Kelly, Menteri Ekonomi dan Energi Jerman Peter Almaier, Menteri Lingkungan Hidup Konservasi Alam dan Keamanan Nuklir Jerman Svenja Schulze, serta Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda Sigrid Kaag,
Kepada para pejabat tersebut saya menyampaikan bahwa pemilik kelapa sawit kelas kecil di Indonesia adalah hampir 51% dan ini melibatkan sekitar 25 juta orang. Kalangan inilah yang menjadi perhatian utama saya.
Kalau kemudian sawit dilarang masuk ke Eropa untuk dijadikan bahan biodiesel, maka akan mengurangi penghasilan para petani kecil. Akibatnya, membuat gini ratio Indonesia yang sudah membaik akan menjadi jelek. Artinya jurang kesenjangan antara miskin dan kaya akan melebar dan nantinya akan menimbulkan masalah kemiskinan baru. Padahal, sekarang pemerintah kita sudah berhasil mengurangi kemiskinan yang sebesar 11,13% di September 2015 menjadi hanya 10,12% di September 2017.
Sambutan luar biasa datang salah satunya dari Paus yang memang sangat peduli masalah kemanusiaan. Melaui Kardinal Peter Turkson, Vatican mengusulkan untuk diadakan palm oil seminar pada 15 Mei di Vatican. Apakah seminar ini akan mempengaruhi keputusan Uni Eropa? Saya yakin pasti ada dampak tersendiri. Kalau Vatikan sudah kasih suara, saya pikir akan diperhatikan.
Selain itu ada juga kekhawatiran tentang pembabatan hutan di Indonesia untuk membuka lahan kelapa sawit. Saya sampaikan bahwa hal itu sudah tidak ada lagi karena kami sudah menerapkan moratorium ekspansi lahan sawit. [ Team OK ]
Sumber :  akun Facebook LBP

Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI