HEADLINE

TERKAIT DI TEMBAKNYA FERDY, KAPOLRES MANGGARAI DI NILAI “GAGAL” CIPTAKAN RASA AMAN

/

Redaksi / Senin, 09 April 2018 / 08:22 WIB

Sebarkan:
Petrus Salestinus Kordinator TPDI NTT -

RUTENG-NTT, MEDIA NASIOANL OBOR KEADILAN |Memasuki hari ke 13 kasus penembakan misterius atas Ferdinandus Taruk (24) warga Sondeng, “Polres Manggarai harus memberikan jaminan dalam rangka menciptakan kepercayaan publik”, jelas Petrus Salestinus selaku  Kordinator TPDI NTT melalui pesan singkat whatsupnya, Senin, ( 09/04/2018).

Dia menegaskan “Polres Manggarai harus memberikan jaminan, tidak terjadi manipulasi terhadap jenis dan nomor peluru yang berhasil di autopsi oleh Tim Labfor Polda Bali semalam”. Petrus menambahkan,   ”hal ini harus dilakukan oleh Kapolres dalam rangka menepis kekhawatiran publik soal kejujuran serta profesionalisme apparat”. Ketua PERADI ini juga meminta kepada masyarakat Manggarai untuk tetap melakukan pengawasan terhadap segala bentuk proses yang dilakukan penyidik Polres Manggarai terkait kasus kematian Ferdinandus Taruk.

Sebelumnya, Minggu, (08/04/2018), Polres Manggarai bekerjasama dengan Tim Labfor Polda Bali melakukan Autopsi pada kepala korban dalam rangka mengambil sisa proyektil peluru yang teertinggal, untuk kepentingan penyelidikan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang jenazah RSUD Ben Mboy Ruteng Manggarai, Sejak pukul: 20:15 hingga selesai pukul: 23:48 waktu setempat.

Menurut Kordinator TPDI NTT ini, Jaminan yang di maksudkan olehnya itu penting. Dikarenakan sebagian masyarakat Manggarai   sudah mulai mencurigai itikad baik Polres Manggarai yang dinilai lamban, bahkan cenderung menutupi pelaku yang diduga adalah anggota polres sendiri atau orang lain yang ditugaskan oleh Babinkamtibmas setempat pada saat kejadian, hal ini dapat memperkuat alasan akan adanya indikasi di biarkannya tanpa upaya serius   mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang selama 12 hari di dalam kepala Korban, pungkas nya.

“Oleh karenanya, Autopsi yang dilakukan Tim Labfor Polda Bali dan Polres Manggarai semalam harusnya didahului dengan penjelasan kepada Keluarga Alm. Ferdinandus Taruk dan masyarakat,dalam urgensitas  pengetahuan keluarga, terutama terkait tahapan kebutuhan autopsi dilakukan sebagai bukti proses penyelidikan atau penyidikan sedang berjalan?”, tegas petrus.

Selepas kepergian Ferdinandus Taruk alias Ferdy (24), Korban “penembak misterius” di Sondeng Kelurahan Karot Kecamatan Langke Rembong Manggarai NTT, Selasa (27/04/2018) lalu, menyisakan misteri yang harus segera di pecahkan.

Yos Syukur, perwakilan keluarga, Senin, (09/04/2018), Menjelaskan,”Setelah peristiwa berlalu, pihak keluarga lakukan pendalaman informasi, termasuk melakukan wawancara dengan sejumlah narasumber yang kredible, dan saksi peristiwa di tempat kejadian malam itu”, jelas Yos.
Untuk diketahui, Sebelum peristiwa itu terjadi Babinkamtibmas Polri setempat, menyambangi rumah warga di sekitar lokasi tertembaknya korban. Kepada warga tersebut, Babin. Polri menginformasikan terkait adanya kegiatan eliminasi anjing liar di lingkungan kelurahan karot, tempat asal korban. Berselang kemudian muncul Babinsa (Bintara Pembina Desa-red), bersama seorang juru tembak sedang menenteng senapan Angin mirip Air Soft Gun, atau senapan angin juglug. Terjadi obrolan sebentar dengan warga di lokasi itu, lalu ketiga orang tersebut pamit dan pergi dengan menggunakan sepeda motor.
Kejadianpun berselang pada malam itu,Selasa, (27/04/2018), Tepat pukul 00:00 wkt setempat, Terdengar keras bunyi tembakan dan tepat mengenai kepala korban hingga jatuh tersungkur. Saat kejadian, Korban sedang nongkrong dengan teman-teman nya dan juga terdapat salah seorang anggota polisi. Melihat korban jatuh semua teman-teman termasuk anggota polisi panik, lari berai ketakutan, dan kemudian korban dilarikan ke RSUD setempat untuk di rawat. [Louis Mindjo]

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI