HEADLINE

OJK Gelar Ekonomi Digital Bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Redaksi/Selasa, 10 April 2018/22:16 WIB

Sebarkan:
Ket Gambar : Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) menyelenggarakan Seminar Nasional Ekonomi Digital dalam rangka menjawab peluang dan tantangan perkembangan Finansial Teknologi di Indonesia bagi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah. 

Media Nasional Obor Keadilan | Ruangan Teater 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan 10 April 2018. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) menyelenggarakan Seminar Nasional Ekonomi Digital dalam rangka menjawab peluang dan tantangan perkembangan Finansial Teknologi di Indonesia bagi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah. Seminar ini dihadiri oleh 200 peserta mahasiswa dari berbagai jurusan di dalam maupun luar UIN Jakarta. Seminar Nasional ini dilaksanakan dalam rangka memberi pembelajaran tentang perkembangan Finansial Teknologi (FINTECH) di era Ekonomi Digital ini.
Seminar ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Bapak Dr. Arief Mufroini, Lc,. M.Si. Dalam sambutannya, pak Arief menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pembicara yang telah hadir dan memberikan wawasannya untuk seluruh mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah dalam Seminar Nasional. Pak Arief pun menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa, kita harus selalu mengikuti perkembangan zaman terutama dalam perkembangan financial technology yang semakin pesat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diwakilkan oleh Bapak Hendrikus Passagi, M.Sc CFTP sebagai pembicara melalui Seminar Nasional Edukasi yang diadkan oleh HMJ Ekonomi Pembangunan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh 200 mahasiswa/i dari berbagai jurusan di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam kegiatan ini Bapak Hendrikus menyampaikan tentang Revolusi Industri 4.0 yang berisi tentang peran internet dalam Ekonomi Digital yang mulai merambah di tengah masyarakat saat ini. Pemaparan yang di lakukan Pak Hendrikus bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta seminar mengenai konsep Revolusi Industri 4.0. Beliau juga menyampaikan dalam rangka meningkatkan literasi teknologi finansial bagi mahasiswa/i.


Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Ronald Yusuf Wijaya, menjelaskan konsep crowfunding yaitu dengan internet dapat digunakan untuk mengumpulkan sejumlah dana tanpa bertatap muka dan tanpa membutuhkan waktu yang lama. Crowfunding memiliki beberapa jenis yaitu: (1) Donasi/Sedekah (Charity, Civic/Sosial), (2) Reward berupa gifts produk, (3) Pendanaan produktif, dan (4) Equality. Indonesia menjadi pilihan crowfunding karena inklusi keuangan di Indonesia masih rendah, emerging middle-class, populasi muslim terbesar, dan negara yang siap digitalisasi. AFSI sudah beroperasi di Singapura, Kuala Lumpur, Jakarta, Sydney, Dubai, Brunei, dan Norway. Kegiatan AFSI pada tahun 2018 adalah membuka cabang di South Africa, bekerjasama dengan Islamic World Bank dan bekerjasama dengan Bank Islam di Malaysia.

Dalam seminar ini kami menghadirkan pengusaha muda yang berkecimpung dalam Oil dan Gas, yaitu H. Zainul Miftah, S.Sos.I. Beliau berkata bahwa usaha yang kuat adalah kemenangan yang hakiki. Pemuda harus aktif dan tanggap dalam memahami ilmu dan teknologi. Teknologi yang dirasakan Indonesia sudah pesat sekali. Dalam memahami ilmu yang ada, harus tetap berada dalam hukum sebagai SOP. Uang itu akan berubah bukan lagi secara fisik tapi uang digital.

Kami pun mengundang Kepala Dinas Koperasi Kota Tangerang Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Koperasi Kota Tangerang Selatan yaitu bapak Asep Syarifudin. Koperasi di Indonesia khusunya di Tangerang Selatan telah banyak mengalami perubahan yang sangat signifikan, tidak hanya perubahan dibidang infrastruktur, dibidang lain pun seperti pendidikan, kesehatan ekonomi, dan bidang lainnya terus mengalami perubahan.
Pendekatan Utama Pembangunan UMKM:
Strategi Pengembangan Lingkungan Usaha yang Kondusif.
Strategi Peningkatan Akses KUMKM ke Sumber Daya Produktif.
Strategi Pengembangan Kewirausahaan dan Daya Saing KUMKM.
Strategi Pemantapan Kelembagaan Koperasi sesuai dengan Jatidiri Koperasi.
Strategi Pemberdayaan Usaha Mikro.
Strategi Peningkatan Sinergi dna Partisipasi Masyarakat.


Koperasi di Negara Maju:
Koperasi buruh di Singapura mengendalikan sektor perdagangan ritel.
Koperasi tani di Jepang mengendalikan sektor pertanian.
Koperasi mengendalikan sektor industri di Spanyol.
Koperasi mengendalikan sektor keuangan dan perbankan di Jerman.
Koperasi mengendalikan sektor pertanian di Denmark, Swedia, Norwegia.
Koperasi dan buruh mengendalikan perusahaan di Amerika (ESOP).

Dalam akhir seminar, pembicara memberi beberapa patah kata untuk mahasiswa. Dimulai dari Ronald Yusuf Wijaya beliau berkata bahwa “AFSI masih berupa saham, kami masih berharap bantuan dari teman-teman mahasiswa berupa saham /donasi atau tidak dengan bentuk like akun facebook dari AFSI. Digital akan menjadi senjata umat islam untuk bangkit yaitu di revolusi 4.O”. Dr. Hendrikus Passagi, M.Sc, CFTP berpesan bahwa mahasiswa harus rajin membaca informasi perkembangan teknologi informasi, jangan cepat berpuas diri. Sedangkan dari Sekretaris Dinas Koperasi, beliau memberikan ucapan semangat kepada mahasiswa dan jangan berpikir bahwa akan sukses tanpa memulai dari nol.
H. Zainul Miftah, S.SOS.I, sebagai pengusaha muda memberikan semangat “Jangan pernah takut, pantang mundur”. [ Team OKE ]

Editor : Redaktur
Penanggung Jawab : Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI