HEADLINE

MASYARAKAT DESA MUKUT TOLAK PEMASANGAN PATOK KADASTERAL OLEH PT. SAL

/

Redaksi / Senin, 12 Februari 2018 / 12:49 WIB

Sebarkan:
 Ket Gambar : kekecewaan warga masyarakat Desa Mukut terhadap Perusahaan Perkebunan Sawit (PT SAL) akhirnya tercurahkan pada pertemuan sosialisai pemasangan patok BPN. 

MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN |  MUARA TEWEH | KALIMANTAN TENGAH |  Kekecewaan warga masyarakat Desa Mukut terhadap Perusahaan Perkebunan Sawit (PT. Satria Abdi Lestari)  akhirnya tercurahkan pada pertemuan sosialisai pemasangan patok BPN (Kadasteral) dalam IUP PT. Satria Abdi Lestari, Jum'at (09/02/18) di kantor Desa Mukut, Kecataman Lahei, Kabupaten Barito Utara, Propinsi Kalimantan Tengah, yang dihadiri ratusan warga dan pemilik kebun hak ulayat adat.

Dalam acara sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Mukut Ahmad Sazid, yang dalam sambutannya menyambut baik maksud dan tujuan pihak Perusahaan PT. SAL, namun mengenai persetujuan ijin pemasangan patok BPN karena ini berada didalam kebun masyarakat hak ulayat adat saya sebagai Kepala Desa tidak bisa mengambil keputusan sebelum masyarakat menyetujui, karena saya tidak mau disalahkan warga saya, silahkan pihak manajemen perusahaan berkoordinasi dengan pemilik kebun langsung, "Ungkapnya.

Dari pihak Perusahaan PT. SAL yang diwakili oleh Manager HRGA Raden Agus Hiramawan setelah menyampaikan maksud dan tujuannya langsung ditolak mentah mentah oleh warga masyarakat selaku pemilik kebun hak ulayat adat mengenai ijin pemasanga patok BPN dalam IUP PT. Satria Alam Lestari di Desa Mukut.

Seorang warga yang tidak mau namanya dipublikasikan mengungkapkan kepada Wartawan Media Nasional Obor Keadialan, "Kami masyarakat sudah kenyang dengan janji janji dari pihak manajemen perusahaan PT. SAL kepada kami sebelum kami menyerahkan lahan kami untuk dijadikan lahan kemitraan perkebunan sawit diantara janjinya ialah masyarakat akan sejahtera dengan pembagian hasil lahan 20 % dari penyerahan luas lahan keperusahaan dari hasil penjualan Taman Buah Segar (TBS), namun sampai sekarang yang dijanjikan nol besar, bahkan pihak perusahaan PT. SAL sudah panen Taman Buah Masak (TBM) lebih lebih kurang 40 Ton dari wilayah kemitraan Desa  Mukut namun bagian warga yang dijanjikan 20 % pun tidak dikasih, "Bebernya,

Kemudian akan memberikan lowongan pekerjaan kepada warga yang telah menyerahkan lahan akan diperioritaskan bekerja sebagai perusahaan semua janji perusahaan lagi lagi omong kosong, saat ini tidak ada warga pemilik lahan yang bekerja sebagai karyawan semua telah diberhentikan, "Ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua BPD Mukut Mirhan, "Kami telah banyak menampung aspirasi warga masyarakat Mukut mengenai permasalahan dengan pihak perusahaan PT. SAL baik masalah pembagian hasil kemitraan 20%, Tenaga kerja bahkan pemberdayaan masyarakat selama perusahaan PT. SAL beroperasi di wilayah Desa Mukut yang belum ada, masalah ini sudah kita sampaikan ke pihak manajemen Perusahaan, namun tidak ada respon sampai sekarang, "Terangnya. (ANUNG)

Editor :Yuni

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI